Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Afrika membutuhkan minimal 20 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam enam minggu ke depan untuk vaksinasi dosis kedua.
Berdasarkan data, satu dosis vaksin AstraZeneca 70 persen efektif melindungi dari infeksi Covid-19 setidaknya selama 12 minggu, dan dosis kedua dapat menaikkan perlindungan menjadi 81 persen dalam waktu lama.
Vaksin ini juga memunculkan antibodi yang dapat bertahan hingga enam bulan setelah satu dosis.
Hingga Kamis (27/5/2021), 28 juta dosis vaksin Covid-19 dari berbagai pembuat obat telah diberikan di Afrika, yang memiliki hampir 1,4 miliar penduduk.
"Afrika membutuhkan vaksin sekarang. Setiap jeda dalam kampanye vaksinasi kami akan menyebabkan hilangnya nyawa dan hilangnya harapan," kata Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika.
WHO pun mengimbau negara-negara lain yang sudah memvaksinasi kelompok berisiko tinggi untuk membagi dosis vaksin, guna melindungi orang-orang paling rentan di negara tersebut.
Prancis berjanji akan berbagi setengah juta dosis vaksin ke enam negara Afrika dalam beberapa minggu mendatang. Sebelumnya, negara ini sudah mengirim 31 ribu dosis ke Mauritania.
"Sebanyak 74.400 dosis lainnya akan segera dikirim," sambung WHO, dilansir CNBC.
Uni Eropa juga mengatakan akan mengirimkan 100 juta dosis ke negara-negara berpenghasilan rendah pada akhir 2021 dan Amerika Serikat telah menjanjikan 80 juta dosis.
Baca Juga: 500 Pelaku UKM Disuntik Vaksin AstraZeneca, Satu Orang Alami Ini
Negara-negara bagian di Afrika yang tidak menggunakan semua dosis vaksinnya juga akan dibagikan ke negara lainnya di benua tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?