Dua kapal BUMN minyak UEA diserang di Selat Hormuz untuk kedua kalinya dalam sepekan.
UEA menuding Garda Revolusi Iran melakukan pembajakan yang mengancam keamanan energi dunia.
Insiden di jalur vital minyak dunia ini memicu lonjakan tarif angkutan laut internasional.
Suara.com - Penyerangan di jalur pasokan energi dunia melonjak tajam setelah dua armada milik BUMN Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menjadi sasaran penyergapan pada Kamis malam di Selat Hormuz. Pemerintah Uni Emirat Arab langsung mengarahkan tudingan keras ke pihak Iran atas insiden keamanan parah tersebut.
Penyerangan teranyar ini menandai aksi pengadangan kedua terhadap fasilitas laut milik BUMN minyak Abu Dhabi hanya dalam rentang waktu kurang dari seminggu. Sebelumnya, otoritas Emirat juga sempat melayangkan protes keras terkait manuver militer Iran yang menyasar kapal mereka di koridor pelayaran strategis tersebut.
Kendati situasi geopolitik memanas, pihak pengelola memastikan bahwa keadaan darurat di lapangan telah berhasil ditangani sepenuhnya.
"ADNOC mengatakan situasi telah berhasil dikendalikan," tulis kantor berita pemerintah UEA, WAM.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab secara terbuka menunjuk Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sabotase perairan tersebut. Otoritas diplomatik Abu Dhabi menilai militer elite Teheran telah menjalankan tindakan kejahatan maritim yang membahayakan perdagangan internasional.
Pemerintah Emirat menegaskan bahwa aksi pembajakan kapal komersial dan pemanfaatan Selat Hormuz sebagai alat pemerasan ekonomi tidak dapat ditoleransi. "Tindakan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan keamanan energi global," ujarnya.
Apa Dampak Kerusakan dari Serangan di Selat Hormuz?
Laporan resmi dari media pemerintah WAM maupun Kementerian Luar Negeri UEA belum membeberkan rincian muatan serta muasal kerusakan fisik kapal. Otoritas mengonfirmasi tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa pencegatan armada komersial ini.
Hingga saat ini, pihak Kementerian Luar Negeri Iran bersama jajaran komando IRGC masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut. Tudingan unilateral ini kian memperkeruh hubungan diplomatik antarnegara tetangga di kawasan Teluk.
Baca Juga: Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN Mencuat, Menkum: Itu Warning dari Presiden
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan urat nadi vital perdagangan dunia yang menyalurkan seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair global. Sejak letupan perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada 28 Februari, lalu lintas kapal tangker di celah sempit tersebut berulang kali mengalami intimidasi.
Gangguaan keamanan yang terjadi secara konstan ini memicu lonjakan drastis tarif logistik laut global serta kecemasan masif para pelaku industri pelayaran. IRGC sendiri sebelumnya sempat mengancam akan menindak tegas setiap kapal yang terhubung dengan negara musuh atau membangkang terhadap instruksi navigasi Teheran.
Berbasis di Abu Dhabi, ADNOC memegang peranan krusial sebagai salah satu raksasa produsen energi terbesar di tingkat global. Perusahaan negara ini menjadi tulang punggung ekspor minyak mentah, gas alam, hingga berbagai produk turunan olahan ke pasar internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027