Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Sekolah Tumbuh menjalin kerja sama dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit untuk meresmikan program ekstrakurikuler Club Coding dan Club Robotik bagi siswa. (HO/Neon Bit)
Baca 10 detik
  • Sekolah Tumbuh meresmikan ekstrakurikuler coding dan robotik bersama Neon Bit pada 14 Agustus 2026.
  • Program ini diikuti 19 siswa SMP dan SMA melalui metode pembelajaran berbasis proyek selama dua semester.
  • Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pendidikan teknologi inklusif dan mendukung kebijakan koding dalam kurikulum nasional.

Suara.com - Sekolah Tumbuh menjalin kerja sama dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit untuk meresmikan program ekstrakurikuler Club Coding dan Club Robotik bagi siswa jenjang SMP dan SMA pada Jumat (14/8/2026).

Kerja sama tersebut ditandai sebagai bagian dari penguatan pembelajaran teknologi inklusi untuk kesetaraan kesempatan belajar dan berkelanjutan bagi siswa.

Program ini diikuti 19 siswa dan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak pada tahun ajaran berjalan.

Pelaksanaannya dibagi dalam dua semester, dengan materi pengembangan gim 3D pada semester pertama dan robotik pada semester kedua.

Masing-masing klub berlangsung dalam 10 pertemuan dengan durasi 60 menit setiap sesi.

Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan STEAM, computational thinking, dan project-based learning sehingga siswa tidak hanya mempelajari konsep teknologi, tetapi juga berlatih memecahkan masalah dan menghasilkan karya.

Kepala SMA Tumbuh, Daya Prisandi Mandala, mengatakan pembukaan klub tersebut berangkat dari meningkatnya minat siswa terhadap bidang teknologi.

“Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan. Dari perkiraan awal sekitar 10 siswa, ternyata program ini diikuti kurang lebih 19 siswa dan menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua," kata Daya Prisandi.

"Kami mempercayakan pelaksanaannya kepada Neon Bit karena programnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah Tumbuh, termasuk menghadirkan coding 3D visual dan robotik dalam satu tahun ajaran,” imbuhnya.

Baca Juga: Tak Perlu beli Baru, Ini 6 Cara Mengatasi HP Lemot agar Kembali Cepat dan Responsif

Selain keterampilan teknis, program tersebut dirancang dengan mempertimbangkan perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan inklusif yang diterapkan Sekolah Tumbuh.

COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit, Ahmad Syihabuddin Zankie, mengatakan pembelajaran teknologi perlu diarahkan pada proses menghasilkan karya, bukan sekadar mengenalkan istilah atau perangkat.

“KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester," jelas Ahmad Syihabuddin Zankie.

"Karena itu, program ini kami rancang dalam 20 sesi sepanjang dua semester, bukan sekadar workshop satu hari. Sekolah Tumbuh mengambil langkah yang saya yakin akan diikuti semakin banyak sekolah dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” sambungnya.

Program tersebut juga berkaitan dengan kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam kurikulum nasional.

Pemerintah membuka ruang penerapan KKA melalui berbagai bentuk pembelajaran, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan koding dan robotika.

Bagi Sekolah Tumbuh, kehadiran klub tersebut diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, serta keterampilan digital melalui proyek yang dikerjakan selama satu tahun ajaran.

Adapun Neon Bit sendiri merupakan program pembelajaran coding dan teknologi untuk anak usia TK hingga SMA yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia di Yogyakarta.

Load More