Suara.com - Di tengah pandemi saat ini, penting untuk mengonsumsi makanan bernutrisi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19.
Makanan sangat berkontribusi terhadap sistem kekebalan tubuh, dan mampu mencegah Anda menjadi mangsa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, pilek, dan banyak lagi.
Dilansir melalui news18, berikut ini adalah lima jenis nutrisi yang dibutuhkan sistem kekebalan tubuh agar berfungsi dengan baik.
1. Asam lemak omega-3
Ini merupakan salah satu asam lemak penting yang diketahui mengandung zat anti peradangan dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat.
Beberapa makanan kaya omega-3 untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh di antaranya adalah kenari, biji chia, ikan berminyak seperti salmon, sarden, herring, tuna, dan mackerel.
2. Vitamin E
Vitamin E merupakan saalah satu antioksidan yang hebat. Studi menunjukkan bahwa menjaga tingkat vitamin E yang cukup sangat penting untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, terutama di kalangan lansia.
Untuk mendapatkan dosis vitamin E harian Anda, cobalah konsumsi kacang hazelnut, selai kacang, minyak biji gandum, kacang almond, dan biji bunga matahari.
3. Zinc
Zinc adalah mineral penting yang terkait dengan pembentukan sel kekebalan tubuh tertentu. National Institutes of Health (NIH) menyarankan bahwa kadar seng yang cukup rendah dapat mengurangi fungsi kekebalan tubuh Anda.
Bbeberapa sumber makanan terbaik yang kaya seng, di antaranya adalah kacang mede, kismis, buncis, tiram, dan kacang panggang.
Baca Juga: 6 Alasan Ahli Nutrisi Rekomendasikan Konsumsi Buah Naga
4. Karotenoid
Karotenoid termasuk kelompok antioksidan sekaligus pigmen alami pada sejumlah tumbuhan. Setelah dikonsumsi, karotenoid diubah menjadi vitamin A (nutrisi yang membantu mengatur sel-sel kekebalan), yang sepenuhnya diserap saat dimakan atau dimasak dengan lemak.
Karotenoid dapat diperoleh dengan mengonsumsi mangga, ubi, bayam, sawi, wortel, kubis, aprikot, dan pepaya.
5. Vitamin C
Ada banyak bukti bahwa vitamin C mungkin sangat efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang yang mengalami stres berat. Untuk meningkatkan konsumsi vitamin C Anda, tambahkan makanan kaya vitamin C ini ke dalam diet Anda, seperti jeruk bali, brokoli, stroberi, kiwi, paprika merah, dan paprika hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?