Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui varian Covid-19 yang ditemukan di Nepal. Hal ini dinyatakan oleh pihak WHO Nepal melalui akun Twitternya.
Melansir dari Sky News, WHO belum secara resmi mengakui penemuan K417N (varian Nepal). Kementerian Kesehatan Nepal juga mengatakan tidak mengetahui adanya varian baru yang berasal dari negara Himalaya itu.
Inggris adalah pemimpin dunia dalam keahlian genomik dan telah menawarkan untuk membantu negara lain mengidentifikasi varian Covid-19 baru. Dalam hal ini varian baru yang ditemukan di Nepal telah menjadi perhatian Public Health England (PHE).
PHE menyelidiki 20 kasus Inggris yang disebabkan oleh varian Nepal.
Dalam beberapa bulan terakhir India telah menderita wabah virus corona yang menghancurkan dengan jumlah kematian resmi tercatat lebih dari 300.000 kasus. Virus ini menyebar ke Nepal di mana negara ini masih sangat sedikit pengurutan genom.
Di antara varian yang diidentifikasi setidaknya satu kasus varian Delta yang mutasi yang disebut K417N.
"Delta+K417N ini sudah terlihat di berbagai negara, antara lain Inggris, Portugal, Amerika Serikat, dan India," kata Dr Jeff Barrett, direktur Inisiatif Genomik Covid-19 di Wellcome Sanger Institute mengkonfirmasi hal ini.
"Ini juga telah diamati sekali di Nepal,14 kali di Jepang di mana 13 di antaranya adalah sampel dari pelancong dari Nepal," imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Solo Merangkak Naik, Klaster Keluarga Paling Dominan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat