Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa aktivitas fisik pada anak bisa menjaga kesehatan jantung mereka. Penelitian baru ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik sedang hingga kuat dikaitkan dengan arteri yang lebih elastis dan kapasitas dilatasi yang lebih baik pada anak-anak.
Melansir dari Healthshots, menurut sebuah penelitian di Finlandia baru-baru ini, tingkat aktivitas fisik sedang hingga kuat yang lebih tinggi dapat mengurangi kekakuan arteri yang sudah ada di masa kanak-kanak. Ini adalah hasil penelitian dari Studi Aktivitas Fisik dan Nutrisi pada Anak (PANIC) yang dilakukan di University of Eastern Finland. Penelitian ini telah diterbitkan dalam Journal of Sports Sciences.
Arteri yang kaku adalah salah satu tanda pertama peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Kondisi ini telah banyak juga ditemukan pada anak-anak.
Tingkat aktivitas fisik yang tinggi, pengurangan waktu duduk dan kebugaran fisik yang baik membentuk dasar untuk pencegahan penyakit kardiovaskular di masa dewasa. Penelitian ini melengkapi penjelasan pencegahan penyakit tersebut pada anak-anak.
"Studi kami menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik sedang dan berat terkait dengan arteri yang lebih elastis dan kapasitas dilatasi yang lebih baik," kata Dr Eero Haapala dari Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan di Universitas Jyvaskyla.
"Pesan utama dari penelitian kami adalah bahwa, mulai dari masa kanak-kanak, peningkatan aktivitas fisik sedang dan kuat adalah pusat dalam pencegahan penyakit kardiovaskular," imbuh Dr Haapala.
Namun, peneliti menegaskan bahwa setiap langkah aktivitas anak-anak penting untuk kesehatannya karena mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik ringan. Ini yang kemudian memiliki berbagai efek kesehatan, meskipun mungkin tidak memiliki efek langsung pada arteri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?