Suara.com - Virus corona varian Delta merupakan salah satu varian yang diketahui lebih menular dibandingkan lainnya. Kini, para ahli pun menemukan varian baru Delta plus atau AY.1 ditandai dengan akuisisi mutasi K417N.
Di India, pemerintah secara resmi menyatakan varian Delta plus menjadi varian perhatian yang lebih menular, memiliki ikatan lebih kuat dengan reseptor sel paru-paru, dan berpotensi menurunkan antibodi monoklonal.
Sampai sekarang, India menjadi salah satu dari 9 negara yang mendeteksi varian Delta plus. Kabarnya, varian Delta plus ini juga telah terdeteksi di sejumlah negara lainnya.
Karena banyaknya kasus varian Delta plus yang telah diidentifikasi di beberapa bagian India, banyak yang khawatir bahwa varian baru ini bisa menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksin Covid-19.
Tapi, Prof Shahid Jameel, mantan anggota INSACOG dan salah satu ahli virologi terkemuka di India, mengatakan sampai sekarang tidak ada bukti kuat bahwa varian Delta plus ini lebih menular.
Sementara itu dilansir dari Times of India, terapi monoklonal yang sedang digunakan untuk mengobati pasien virus corona Covid-19 ringan, sedang dan berisiko menderita parah disebut tak ampuh melawan varian Delta plus.
Antibodi monoklonal adalah klon dari antibodi yang menargetkan satu antigen spesifik. Antibodi ini dibuat secara artifisial di laboratorium dan mengikat protein lonjakan virus SARS-CoV-2 dengan cara menghalangi masuknya sel-sel sehat serta melindungi tubuh dari hal yang sama.
Varian Delta plus dan gelombang ketiga pandemi
Saat ini, gelombang kedua pandemi virus corona Covid-19 di India telah dikaitkan dengan varian Delta. Kini, jumlah kasus virus corona pun terus menurun, tapi kasus varian Delta plus telah ditemukan di Ratnagiri dan Jalgaon di Maharashtra, Palakkad dan Pathanamthitta di Kerala, dan di Bhopal dan Shivpuri di Madhya Pradesh.
Baca Juga: Penelitian Klaim Virus Corona Varian Delta Bisa Menular Hanya Dengan Berpapasan
Para ahli kesehatan pun telah mengatasi kekhawatiran dan ketakutannya bahwa varian baru ini bisa memicu gelombang ketiga pandemi virus corona Covid-19. Meskipun masih banyak spekulasi mengenai varian Delta plus, negara bagian Maharashtra telah melaporkan sebagian besar kasus varian tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak