Suara.com - Virus penyebab sakit COVID-19 tidak hanya mengancam kesehatan fisik kita, tetapi juga kesehatan mental. Pandemi telah membuat kita bingung, cemas, dan merasa kesepian.
Karena pandemi masih cukup mengerikan, maka penting bagi semua orang untuk mengerti cara isolasi mandiri setidaknya selama 14 hari saat memiliki gejala sekecil apa pun, sebagai tindakan pencegahan.
Ketika dalam masa isolasi, sangat normal untuk merasa kewalahan dan takut, karena tidak tahu apa yang ada di depan. Dilansir dari Pinkvilla, berikut beberapa tips untuk menjaga diri sendiri selama isolasi mandiri.
1. Pastikan untuk terus memeriksa kesehatan. Makan makanan yang seimbang, minum banyak cairan dan istirahat yang cukup. Minumlah cairan panas jika Anda sakit tenggorokan dan praktikkan kebersihan tangan yang baik.
2. Memiliki rutinitas. Tahan keinginan untuk hanya berbaring dan tidak melakukan apa-apa. Jadilah produktif dan efisien tetapi juga pastikan untuk tidak memaksakan diri terlalu banyak. Ciptakan keseimbangan antara melakukan tugas dan meluangkan banyak waktu untuk bersantai.
3. Wajar jika merasa kewalahan dan cemas selama periode ini. Anda dapat mencoba meditasi atau melatih kesadaran untuk menjauhkan pikiran negatif dan meningkatkan kesehatan mental Anda serta mengatasi masalah seperti stres dan kecemasan.
4. Isolasi tidak berarti Anda memisahkan diri dari semua orang. Berusahalah untuk tetap terhubung dengan teman dan anggota keluarga Anda. Terhubung dengan mereka melalui panggilan video dan bermain game dengan mereka secara virtual agar tidak merasa sendirian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!