Suara.com - Kadar kolesterol yang tinggi bisa memunculkan beberapa masalah kesehatan, seperti penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke dan masalah jantung.
Tapi, pola makan sehat dan olahraga teratur bisa membantu menurunkan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Selain itu, minum obat yang telah diresepkan dokter juga mungkin membantu menurunkan kadar kolesterol tubuh.
Anda perlu memahami bahwa kolesterol tinggi bisa disebabkan oleh faktor gaya hidup, seperti konsumsi makanan berlemak dan kurang olahraga.
Kelebihan berat badan, suka minum alkohol dan merokok juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi.
Dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi juga bisa diturunkan secara genetik. Anda bisa melakukan tes kolesterol untuk memastikan kadar kolesterol tubuh, yang biasanya mendeteksi kadar kolesterol baik (HDL) kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida yang merupakan zat lemak mirip kolesterol jahat.
Kolesterol HDL membantu membersihkan kolesterol dari arteri. Sedangkan, kolesterol LDL bisa menyebabkan penyumbatan di arteri.
Karena kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala, semua orang dewasa harus memeriksanya secara berkala.
Dilansir dari Express, satu hal penting yang harus dipahami adalah kadar kolesterol yang seharusnya pada setiap tahapan usia itu berbeda. Sebenarnya, kebanyakan orang dewasa tidak memiliki kadar kolesterol yang berbeda.
Tapi, kadar kolesterol seseorang bisa sangat berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh fakor lain seperti kondisi kesehatan. Karena itu, konsultasi dengan dokter bisa membantu mencari tahu penyebab kadar kolesterol terlalu tinggi.
Baca Juga: Campuran Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Berikan Kekebalan Lebih Kuat
Namun, pahamilah bahwa panduan kadar kolesterol pada anak-anak dan orang dewasa pastinya sangat berbeda. Menurut Journal of American College of Cardiology, panduan kadar kolesterol untuk anak-anak adalah sebagai berikut (dalam mg/dL):
Kadar kolesterol yang sehat
- Kolesterol total = 170 atau kurang
- Kolesterol HDL = lebih dari 45
- Kolesterol LDL = kurang dari 110
- Trigliserida = kurang dari 75 pada anak-anak usia 0-9 tahun, kurang dari 90 pada anak-anak usia 10-19 tahun
Kadar kolesterol pada ambang batas
- Kolesterol total = 170 - 199
- Kolesterol HDL = 40=45
- Kolesterol LDL = 110-129
- Trigliserida = 75-99 pada anak usia 0,9 tahun, 90-129 pada anak usia 10-19 tahun.
Kadar kolesterol yang dianggap sudah tinggi
- Kolesterol total = 200 atau lebih tinggi
- Kolesterol HDL = t/a
- Kolesterol LDL = 130 atau lebih tinggi
- Trigliserida = 100 atau lebih pada anak-anak usia 0-9 tahun, 130 atau lebih pada anak-anak usia 10-19 tahun
Kadar kolesterol yang dianggap rendah
- Kolesterol total = t/a
- Kolesterol HDL = kurang dari 40
- Kolesterol LDL = t/a
- Trigliserida = n/a
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?