Suara.com - Vaksin Moderna telah terbukti bisa meningkatkan antibodi untuk melawan semua varian virus corona Covid-19 yang mengkhawatirkan, termasuk varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India.
Sebelumnya, perusahaan Moderna telah menguji sampel darah para sukarelawan untuk mengetahui tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 buatannya dalam melawan varian virus corona Covid-19. Uji klinis ini berlangsung selama 8 Minggu setelah seminggu sampel darah itu diberi dua dosis vaksin Moderna.
Pengujian ini dilakukan di laboratorium dengan mencampurkan sampel darah dengan varian virus corona. Lalu, sampel darah yang sudah dicampur varian virus corona itu diberi dua dosis vaksin Moderna. Hasilnya, vaksin Moderna ini berhasil memberikan antibodi penetralisir tingkat tinggi terhadap semua mutan yang diuji.
"Data baru ini mendorong keyakinan kami bahwa vaksin Moderna tetap ampuh melawan varian virus corona Covid-19, seperti varian Delta," kata Stephane Bancel dikutip dari Express.
Melalui penelitian yang diterbitkan di bioRxiv.org, tim peneliti melihat seberapa baik sampel darah yang sudah disuntik vaksin Moderna bisa melawan 16 varian virus corona.
Para peneliti mengambil sampel dari 8 orang yang berpartisipasi dalam uji klinis Fase I pada tahun 2020, tepatnya satu minggu setelah mereka mendapatkan suntikan kedua vaksin Moderna. Kemudian, serum darah itu dicampurkan pada sejumlah varian virus corona.
Hasilnya, vaksin Moderna bekerja lebih baik dalam melawan varian Alpha yang dikenal sebagai B.1.1.7 dari Inggris, dengan sedikit perubahan pada antibodi penetralisir dibandingkan dengan strain aslinya.
Sementara itu, varian virus corona lainnya juga menunjukkan penurunan antibodi penawar tapi bukan berarti seseorang kehilangan perlindungan.
Baca Juga: Perhatian, Ini yang Harus Diketahui tentang Varian Delta Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?