Suara.com - Pejabat tinggi kesehatan Singapura meragukan kemanjuran vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan China, Sinovac. Kenneth Mak, direktur layanan medis Singapura, mengaku khawatir bahwa orang yang suntik vaksin Sinovac bisa sakit karena virus corona Covid-19.
"Hal ini memberi kesan bahwa tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 berbeda dan sangat bervariasi," kata Mak dikutip dari Hindustan Times.
Bulan Mei 2021 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Sinovac-CoronaVac untuk inokulasi terhadap penyakit virus corona Covid-19.
Uji coba fase 3 Sinovac-CoronaVac di seluruh dunia telah melaporkan efektivitas vaksin antara 50 dan 84 persen. Tapi, awal pekan ini pejabat Indonesia mengungkapkan bahwa lebih dari 350 dokter dan pekerja medis telah terinfeksi dan puluhan orang sirawat di rumah sakit meskipun sudah suntik vaksin Sinovac.
Fenomena yang terjadi di Indonesia ini semakin meningkatkan kekhawatiran pejabat kesehatan Singapura tentang vaksin Sinovac dalam melawan varian virus corona yang lebih menular.
Sebagian besar pekerja tidak menunjukkan gejala virus corona Covid-19. Tapi, ada puluhan orang yang dirawat di rumah sakit mengalami gejala demam tinggi dan penurunan tingkat saturasi oksigen.
Menurut seorang pejabat kesehatan senior di Jawa Tengah, petugas kesehatan Indonesia termasuk yang pertama diinokulasi terhadap virus ketika vaksinasi dimulai pada bulan Januari 2021 lalu.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan hampir semuanya menerima vaksin Sinovac. Sementara itu, satu wilayah di Indonesia diketahui sedang berjuang melawan virus corona varian Delta, tepatnya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
"Sebuah data menunjukkan kalau varian Delta ini lebih menular. Sedangkan, mayoritas tenaga kesehatan di Indonesia suntik vaksin Sinovac yang kita belum tahu tingkat efektivitasnya melawan varian Delta," kata Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia.
Baca Juga: Ahli: Suntikan Ketiga Vaksin AstraZeneca Mampu Lawan Varian Alpha hingga Delta
Sekarang ini, Singapura baru menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna dalam program vaksinasi nasionalnya. Tapi, Singapura tetap mengizinkan 24 klinik kesehatan swasta di negaranya untuk menggunakan vaksin Sinovac karena sudah mengantongi izin WHO.
Terlepas dari ketersediaan vaksin Pfizer dan Moderna yang tingkat efektivitasnya mencapai 90 persen, banyak orang di Singapura tetap memiliki vaksin Sinovac. Karena, vaksin Covid-19 ini berasal dari China sebagai penyebar pertama virus corona Covid-19.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro yang awalnya mengecam vaksin Sinovac buatan China pun sekarang membeli dan menggunakannya. Saat ini, para dokter pun menyarankan orang-orang untuk menerima suntikan vaksin Covid-19 apapun yang tersedia, meskipun orang Brasil menolak vaksin Sinovac.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?