Suara.com - Bakteri merupakan mikroorganisme yang dekat dengan kehidupan manusia. Ada bakteri yang memiliki manfaat baik, tapi tak sedikit juga yang menjadi sumber penyakit.
Jadi, sebagai mikroorganisme, bakteri juga punya manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak peran yang dilakukan bakteri untuk.
Dikutip dari Ruang Guru, berikut sederet manfaat dan dampak buruk dari bakteri.
1. Penghasil asam
Dalam proses pembuatan antibiotik dibutuhkan peran bakteri. Yakni, bakteri Streptomyces griseus, Streptomyces aureofaciens, Bacillus brevis, dan Bacillus subtilis.
Bakteri juga bisa menghasilkan asam. Bakteri penghasil asam antara lain Acetobacter, Propionibacterium, dan Clostridium butyricum. Khusus bakteri Acetobacter bisa menghasilkan asam asetat.
2. Bantu olahan susu
Bakteri juga berperan dalam proses pembuatan olahan susu. Produk yoghurt dibuat dengan fermemtasi bakteri Lactobacillus Casei, Lactobacillus Bulgaricus, dan Streptococcus Lactis.
Ketiga bakteri itu tidak hanya mengolah yoghurt, tapi juga mengolah produk yang lain. Seperti nata de coco, bakteri Acetobacter xylinum yang juga berperan dalam proses pembuatannya.
Baca Juga: Terungkap! Ilmuwan Temukan Korban Wabah Tertua di Dunia
3. Mengikat nitrogen
Selain untuk membuat makanan, bakteri juga membantu menghasilkan biogas dan mengikat nitrogen.
Bakteri penghasil biogas adalah kelompok Bacteriodes dan kelompok Enterobactericeacea.
Sedangkan bakteri pengikat nitrogen antara lain Rhizobium radicicola dan Nitrosococcus. Juga bakteri Escherichia coli atau E-coli yang membantu proses pembusukan sisa makanan.
Peranan Negatif Bakteri Sebagai Penyebab Penyakit
Pada hewan, bakteri menyebabkan berbagai penyakit. Seperti sapi gila dan TBC pada unggas.
Berita Terkait
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Tip Atasi Bau Mulut Saat Berpuasa
-
Sudah Ada 10 Lokasi Keracunan MBG di Jakarta, Sebagian Besar Disebabkan karena Ini
-
Kasus Siswa Keracunan MBG di Jakarta Capai 60 Anak, Bakteri jadi Biang Kerok!
-
4 Virus dan Bakteri yang Bisa Picu Keracunan Makanan, Apa Saja?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI