- Wakil Chairman Toyota, Koji Sato, mendesak produsen otomotif Jepang bersatu guna menghadapi ekspansi masif mobil asal China.
- Sato mengusulkan standardisasi komponen dasar bagi seluruh merek Jepang untuk memangkas biaya produksi dan meningkatkan efisiensi manufaktur.
- Penjualan merek China di Eropa kini telah melampaui gabungan penjualan seluruh produsen Jepang pada bulan Mei lalu.
Suara.com - Dominasi mobil China di kancah otomotif global benar-benar membuat produsen mobil Jepang merasa terpojok. Ancaman nyata ini memicu Wakil Chairman Toyota Koji Sato untuk menyuarakan peringatan keras bagi seluruh pabrikan Jepang.
Menurutnya aliansi besar dan persatuan antar merek mobil Jepang adalah satu-satunya jalan agar mereka tidak tergilas oleh ekspansi masif dari Tiongkok. Koji Sato mengusulkan agar seluruh produsen mobil Jepang menghentikan persaingan pada level komponen dasar dan mulai melakukan standardisasi bersama.
Langkah ini bertujuan untuk memangkas biaya produksi secara besar-besaran meningkatkan efisiensi serta memacu inovasi teknologi yang lebih kompetitif.
"Kecuali ada perubahan, kita tidak akan bertahan," kata Sato dilaporkan oleh Automotive News, Kamis (16/7/2026).
Pernyataan Sato yang juga menjabat sebagai pimpinan asosiasi otomotif Jepang (JAMA) merujuk pada perlunya efisiensi dalam rantai pasokan suku cadang. Ia menyarankan agar komponen mendasar seperti baja rangkaian kabel hingga material plastik dibuat seragam untuk seluruh merek utama Jepang mulai dari Toyota, Honda, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru hingga Suzuki.
Jika standardisasi ini terwujud perusahaan otomotif dapat mengalihkan anggaran riset mereka ke hal-hal yang lebih berdampak bagi konsumen. Fokus pengembangan bisa dialihkan pada fitur perangkat lunak sistem bantuan pengemudi canggih teknologi baterai yang lebih cepat diisi daya serta berbagai pilihan powertrain modern.
Sato memberikan contoh nyata mengenai pemborosan yang terjadi saat ini di mana pemasok komponen harus memproduksi hingga 70.000 varian berbeda hanya untuk rangkaian kabel. Melalui penyeragaman jenis komponen biaya produksi dipastikan akan turun drastis dan daya saing merek Jepang akan kembali menguat di pasar internasional.
Kekhawatiran industri otomotif Jepang ini bukan tanpa alasan karena data terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan di pasar Eropa. Pada bulan Mei penjualan gabungan produsen China seperti Geely Group, SAIC Motor, BYD, Chery Automobile hingga Leapmotor menyentuh angka 138.140 unit.
Angka tersebut secara mengejutkan melampaui total penjualan seluruh merek raksasa Jepang yang hanya mencatatkan 130.424 unit. Pergeseran peta kekuatan ini menjadi sinyal merah bahwa kejayaan mobil Jepang sedang berada di ujung tanduk jika tidak segera melakukan perubahan radikal dalam proses manufaktur mereka.
Baca Juga: Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
-
Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China
-
Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu
-
Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!
-
Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua
-
Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI
-
3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!
-
Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut