Suara.com - Penurunan saturasi oksigen menjadi salah satu gejala yang penting diperhatikan bagi pasien Covid-19.
Sejatinya, saturasi oksigen bisa diatasi dengan memberikan oksigen medis kepada pasien. Namun kelangkaan oksigen medis membuat pertolongan pertama dengan proning menjadi alternatif.
Dilansir News18, ada sejumlah hal yang penting Anda ketahui tentang proning, termasuk cara benar melakukannya.
Apa yang Anda butuhkan untuk proning? Jika kadar oksigen turun di bawah 94 persen dan pasien sedang menunggu bantuan medis atau berada di isolasi rumah, yang perlu mereka lakukan hanyalah berbaring tengkurap.
Seorang pasien membutuhkan empat hingga lima bantal untuk proses proning. Sementara satu bantal harus diletakkan di bawah leher, satu atau dua bantal dapat diletakkan di bawah dada melalui paha atas dan dua bantal lainnya harus diletakkan di bawah tulang kering.
Proning meningkatkan ventilasi, menjaga unit alveolar tetap terbuka, memastikan bahwa mereka cenderung tidak memerlukan dukungan ventilator.
Hal yang perlu diperhatikan: Metode rawan adalah pengganti sementara dan bukan pengganti rumah sakit atau tabung oksigen.
Jika Anda melihat kadar oksigen Anda menurun drastis, hubungi otoritas medis.
Baca Juga: Jangan Panik! Lakukan 4 Hal Ini Jika Saturasi Oksigen pada Pasien Covid-19 Isoman Menurun
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan