Suara.com - Dewan Pakar Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS menyatakan bahwa testing secara acak perlu untuk dilakukan terutama di masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Menurutnya, testing acak bisa membuat warga enggan keluar rumah.
"Selain peran masyarakat, sebenarnya ada hal pararel yang harus dilakukan [pemerintah], yaitu testing, tracing, dan treatment dalam hal ini pemerintah punya peranan," kaya Dr Hermawan dalam Dialog Rabu Utama Pagi di Media Center KPCPEN, Rabu (7/7/2021).
"Tapi sekarang kebalik bukan lagi testing, tracing, dan treatment tapi sekarang kebalik treatment, tracing, testing," imbuhnya.
Dokter Hermawan menyarankan untuk adanya testing Covid-19 yang dilakukan secara random dan masif. Misalnya, untuk kasus aktif 333 ribu maka testing yang harusnya dilakukan harus mencapi paling tidak 900 ribu.
Kemudian untuk membuat warga lebih enggan keluar rumah, testing secara random bisa dilakukan di tempat-tempat yang sering mengundang kerumunan.
"Anggaplah setiap sudut-sudut keramaian publik ada random testing tuh dilakukan, itu akan membuat mereka otomatis segan keluar rumah sebab masyarakat kita itu tipe yang enggan untuk diperiksa," kata dokter Hermawan.
"Kalau masyarakat tahu di situ ada posko random testing lalu ketahuan positif mereka akan dipisahkan dengan keluarga, nah ini cara-cara komunikasi yang sebenarnya bisa memaksimalkan fungsi testing, tracing, dan treatmen yang juga dikampanyekan dengan ppkm darurat ini," imbuhnya.
Menurutnya posko random testing bisa menjadi bagian dari trik untuk menertibkan masyarakat. Selain ini testing juga memang sangat diperlukan sebab dalam kondisi wabah, setiap orang perlu dicurigai telah terpapar.
"Semua orang harus dicurigai terpapar, hanya persoalaan testing saja yang bisa membuktikan orang itu positif atau negatif," tambah dokter Hermawan.
Baca Juga: Polda Bali Ancam Tutup Akun Medsos Posting Info Buruk PPKM Darurat
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif