Suara.com - Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya juga untuk tetep mempertimbangkan kesehatan mental di saat pandemi.
Karena bukan tidak mungkin, seorang juga bisa mengalami pandemi fatigue atau kelelahan akibat pandemi. Tapi jangan khawatir, karena sebetulnya ada sejumlah tips yang bisa jadi cara untuk tetap menjaga kesehatan mental
Temukan support system
Memiliki support system sangat penting untuk kesehatan mental Anda. Jika Anda punya teman dekat atau keluarga yang peduli dengan kondisi mental Anda, tak ada salahnya untuk curhat dengan mereka.
Pastikan kondisi mereka dalam keadaan baik ya, dalam arti tidak menghakimi Anda saat berbicara.
Latihan fisik
Latihan fisik dengan olahraga menjadi poin penting untuk kesehatan mental Anda. Tentunya, manfaat berolahraga bisa membantu hormon tetap terkendali. Selain itu, olahraga bisa mengalihkan pikiran stres agar lebih tenang dan terus positif. Lakukan ini sesukamu, karena ini bisa menyehatkan fisik Anda.
Berhubungan intim
Bisa dibilang berhubungan intim bisa mengurangi rasa stres seseorang. Jika Anda sudah menikah, tak ada salahnya alihkan pikiran stres Anda untuk melakukan hubungan seks. Buatlah jadwal yang tepat untuk eksekusi, pastikan pasangan Anda mood nya baik ya.
Baca Juga: PPKM Darurat Cuma Atur Rakyat, Pemerintah Luput Tulis Kewajiban Negara
Fokus dengan hobi
Hobi bisa menjadi pengalihan stres Anda. Sisi positif yang bisa Anda dapatkan, Anda bisa mengembangkan keahlian yang selama ini terpendam dari diri Anda. Ada beberapa hobi yang bisa dilakukan, mulai dari berolahraga, berkebun, menulis puisi, bermain musik, dan mempelajari hal yang baru.
Belajar untuk mengatakan tidak
Bukan berarti Anda tidak boleh membantu orang lain, tapi jika Anda dimanfaatkan atau melakukan tugas yang bukan keahlian Anda, katakan tidak dari sekarang. Karena Anda punya kemampuan sendiri, dan tidak semua bisa diatasi secara multitasking. Selain itu, jangan memaksakan diri, sehingga ini bisa bahaya untuk mental Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi