Suara.com - Kartu tanda penduduk (KTP) menjadi syarat utama orang dewasa untuk bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Lalu, bagaimana dengan anak dan remaja?
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, syarat pendaftaran vaksinasi bagi anak dan remaja adalah terdaftar dalam kartu keluarga (KK).
Untuk itu, membawa KK jadi syarat utama bagi anak dan remaja untuk bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, posyandu, klinik atau sentra vaksinasi selain sekolah.
"Kita tahu bawa anak-anak di bawah 17 tahun ini belum punya KTP, jadi mereka harus punya atau membawa kartu keluarga, pada saat divaksinasi," ujar Siti Nadia Tarmizi saat berbincang dengan Suara.com beberapa waktu lalu.
Langkah ini diambil, lantaran Nadia sadar tidak semua anak di bawah 17 tahun tercatat sebagai siswa di bangku sekolah, sehingga di luar data dari sekolah, anak tetap bisa mengikuti program vaksinasi Covid-19 dengan bukti KK.
Sementara itu, anak dan remaja yang mengikuti program vaksinasi via sekolah tidak memerlukan syarat KK. Ini karena sekolah sudah memiliki data diri anak yang lengkap sebagai murid.
Meski begitu, Nadia mengakui belum semua sekolah terdaftar dalam program vaksinasi Covid-19 karena terkendala distribusi, mengingat setiap daerah memiliki kuota dan fokus risiko penularan yang berbeda.
"Karena bisa saja risiko penularan lebih besar pada lansia atau usia lebih tua pada daerah tertentu, jadi fokus dulu kepada lansia. Artinya tetap ada kuota jumlah vaksin yang akan disuntikkan di hari tersebut."
"Bisa saja misalnya untuk anak-anak 15 atau 20 persen dari kuota vaksin hari itu, sisanya diberikan kepada lansia," papar Nadia.
Baca Juga: Suplai Vaksin Covid-19 untuk Pekanbaru Terkendala Persoalan Data
Dosis dan skrining kesehatan vaksinasi anak
Sama seperti orang dewasa, vaksinasi anak dan remaja diberikan dua kali dosis 0,5 mililiter, dengan rentan waktu minimal 28 hari antara dosis pertama dan dosis kedua.
Sedangkan untuk mencegah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), skirining kesehatan pada anak tetap dilakukan selaiknya orang dewasa. Namun untuk usia anak dan remaja cenderung belum memilki penyakit penyerta (komorbid) akibat gaya hidup.
"Ada anak yang punya penyakit bawaan seperti asma, jantung bawaan. Itu aja yang berbeda, tapi pada anak-anak vaksiansi ini sangat aman," pungkas Nadia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya