-
- Assessment HIMPSI terhadap 456 siswa menunjukkan 54,83% anak mengalami kecemasan dan 61,18% mudah merasa takut, disertai gangguan tidur dan mimpi buruk.
- Dampak psikologis gempa 5,8 SR dinilai serius dan memerlukan pendampingan berkelanjutan, terutama bagi anak usia sekolah.
- KRESNA HIMPSI menggelar Psychosocial Support Program pada 23–26 November 2025 untuk 1.625 siswa di 31 sekolah terdampak, melibatkan sekitar 100 psikolog.
Suara.com - Dampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Poso pada 17 Agustus 2025 tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga kecemasan mendalam pada anak-anak.
Hasil pengukuran psikologis pascabencana menunjukkan bahwa lebih dari separuh siswa yang terdampak mengalami gangguan kecemasan.
Data tersebut terungkap dari assessment yang dilakukan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada 18 September 2025 terhadap 456 siswa, terdiri dari 316 siswa SD dan 119 siswa SMP.
Hasilnya, 54,83 persen anak mengalami kecemasan, ketegangan, dan kekhawatiran berulang, sementara 61,18 persen mengaku mudah merasa takut dalam situasi tertentu.
Selain kecemasan, gangguan tidur juga muncul. Sebanyak 14,25 persen anak mengalami kesulitan tidur, dan 13,6 persen lainnya mengalami mimpi buruk serta kecemasan yang berkaitan dengan waktu tidur.
Temuan ini mengindikasikan adanya dampak psikologis serius yang memerlukan pendampingan berkelanjutan, terutama bagi kelompok anak usia sekolah.
Merespons kondisi tersebut, KRESNA HIMPSI, Korps Relawan Bencana di bawah HIMPSI, menyelenggarakan Psychosocial Support Program bagi anak-anak terdampak gempa di Kabupaten Poso.
Program ini akan berlangsung pada 23–26 November 2025, sebagai tindak lanjut dari pelatihan peningkatan kapasitas guru yang telah digelar sebelumnya pada 20–21 November 2025 di Aula BPMP Provinsi Sulawesi Tengah.
Sekretaris KRESNA HIMPSI, Nur Afni Indahari Arifin, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas gempa berkekuatan sekitar 5,8 skala Richter yang berpusat di Desa Ueralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Baca Juga: Waspada Sesar Lembang, Gempa M 5,5 Berpotensi Guncang Bandung Barat
“Guncangan tersebut berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, bangunan sekolah, serta kesehatan psikologis anak-anak dan guru,” ujarnya.
Program dukungan psikososial ini menyasar 31 sekolah terdampak, dengan total 1.625 siswa, terdiri dari 43 siswa PAUD, 96 siswa TK, 1.005 siswa SD, dan 481 siswa SMP. Untuk anak usia PAUD hingga SD, kegiatan dikemas dalam program “Rumah Gembira”, sementara siswa SMP mengikuti program “Menjadi Lebih Kuat”.
Selain kegiatan pemulihan psikologis melalui materi interaktif dan permainan, program ini juga mencakup simulasi penyelamatan diri (Integrated Drill Procedure) yang bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Poso dan Kota Palu.
Kegiatan puncak berupa pentas seni akan digelar pada 26 November 2025 di 17 titik di Kabupaten Poso.
Program ini melibatkan sekitar 100 psikolog dan ilmuwan psikologi dari HIMPSI Pusat dan KRESNA, serta kolaborasi HIMPSI Wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Seluruh fasilitator telah mendapatkan pembekalan khusus untuk memastikan intervensi dilakukan secara tepat dan aman bagi anak-anak penyintas.
Melalui program ini, KRESNA HIMPSI berharap pemulihan psikologis anak-anak terdampak gempa dapat berjalan optimal, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana di masa mendatang. HIMPSI juga mendorong agar kerja sama lintas sektor terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya satuan pendidikan aman bencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini