Suara.com - Banyak pasien Covid-19 yang masih mengalami efek samping virus corona setelah sembuh. Karena, virus ini sangat merusak tubuh dan kekebalan tubuh Akibat stres, memperlambat fungsi pencernaan, imunologi, dan reproduksi.
Tak hanya itu, pengobatan yang dijalani selama terinfeksi virus corona Covid-19 mungkin juga telah mempengaruhi kondisi tubuh pasien Covid-19 secara keseluruhan.
Karena itu dilansir dari Times of India, pasien Covid-19 harus memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk menghadapi efek samping tersebut. Tapi, kekurangan protein adalah penyebab paling umum dari gangguan fungsi kekebalan.
Hal ini adalah masalah utama yang seharusnya ditangani oleh pasien Covid-19 setelah sembuh demi memulihkan sistem kekebalannya secara keseluruhan. Salah satu caranya, cobalah mengonsumsi beberapa makanan berprotein tinggi berikut ini.
1. Kecambah
Kecambah mengandung tinggi protein, folat, magnesium, fosfor, mangan, dan vitamin C serta K daripada tanaman yang tidak bertunas lainnya. Pasien Covid-19 harus mengonsumsi kecambah hijau, alfalfa, buncis, dan chia, karena menawarkan asam amino dalam jumlah besar sehingga lebih mudah dicerna dan cepat memenuhi kebutuhan protein.
2. Daging merah
Daging merah dari hewan yang diberi makan rumput organik dan dibesarkan tanpa bahan kimia atau hormon, mengandung asam amino tinggi dan berbagai elemen yang baik untuk kesehatan usus.
Semua itu bermanfaat bagi pasien Covid-19, karena penuh dengan vitamin, mineral, antioksidan, dan nutrisi lain yang akan berdampak besar pada kesehatan. Tapi, konsumsi daging merah terlalu banyak juga bisa menjadi masalah kesehatan baru, terutama bila Anda tidak mengonsumsi sayur.
Baca Juga: Peneliti China: Vaksin Sinovac Melemah Dalam 6 Bulan, Perlu Injeksi Vaksin Ketiga
3. Ikan
Ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang berkualitas tinggi, vitamin D, B2, kalsium, fosfor, mineral, seperti besi, seng, yodium, magnesium, dan kalium yang mudah dicerna serta anti inflamasi.
Banyak orang kesulitan mencerna berbagai kacang-kacangan dan lentil, terutama jika perut dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Anda bisa menggantinya dengan ikan yang juga tinggi protein.
4. Telur
Telur kaya antioksidan yang bisa membantu pasien Covid-19 cepat pulih dari kerusakan oksidatif. Kandungan vitamin D yang tinggi dalam telur sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh.
Hal ini akan membantu mengontrol gula darah, yang diperlukan untuk pemulihan fungsi adrenal dan keseimbangan hormon. Selain itu, telur juga mengandung sejumlah besar protein.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik