Suara.com - Saat pergi dan menggunakan toilet ada sejumlah kekhwatiran banyak orang bahwa mereka akan tertular oleh penyakit. Terutama penyakit infeksi menular seksual saat duduk di toilet umum.
Tapi, benarkan anggapan itu? Jawaban sederhananya tidak mungkin.
Tapi, juga bukan berarti bebas memilih toilet yang kotor dan tidak higienis. Dalam akun instagramnya, Dr Tanaya Narendra menjelaskan terkait masalah tersebut.
Dalam postingan terbarunya, dia berbicara tentang kemungkinan terkena IMS menggunakan dudukan toilet. Dia mengklarifikasi bahwa untungnya, hal itu tidak akan terjadi.
Jika pasangan memberi tahu bahwa mereka terkena klamidia dari dudukan toilet, maka mereka jelas itu informasi yang salah atau hoaks.
Infeksi menular seksual adalah infeksi yang Anda dapatkan dari kontak seksual, baik melalui cara oral atau sebaliknya. Mereka disebabkan oleh suatu organisme kecil, seperti bakteri, virus, dan bahkan parasit.
Serangga ini, untuk berkembang biak dan hidup, membutuhkan suhu hangat. Artinya, mereka tidak bertahan hidup di luar tubuh manusia, termasuk dudukan toilet. Parasit, seperti kutu kemaluan, khususnya, tidak dapat bertahan hidup di permukaan dudukan toilet yang halus dan berkilau.
Haruskah seseorang berjongkok di toilet umum?
Tidak, meski harus berhati-hati jika toilet kelihatan sangat tidak higienis, karena infeksi lain dapat terjadi karena dudukan toilet. Kemungkinan terkena IMS adalah nihil.
Baca Juga: Mirriam Eka Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelakunya Teman Bapaknya Sendiri
Praktik terbaik tertentu yang disarankan oleh Dr Tanaya Cuci tangan secara teratur untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi, dan juga mencegah penularan lebih lanjut. Berikut ini saran lainnya.
- Hindari membawa barang-barang pribadi ke kamar kecil, karena dapat kotor dan terinfeksi.
- Selalu jatuhkan tutup dudukan toilet saat Anda menyiram
- Jangan meletakkan tas atau aksesori lainnya di lantai toilet.
- Ini akan membantu mengurangi kemungkinan terkena infeksi lain yang mungkin disebabkan oleh toilet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional