Suara.com - Baru-baru ini di media sosial ramai kabar bahwa ada seorang influncer yang dapat jatah vaksin Covid-19 dosis ketiga alias vaksin booster. Proses penyuntikan booster ini dididuga dilakukan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kutip berita Suara.com, Rabu (28/7/2021).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Terpilih Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi akhirnya buka kepada Suara.com, Kamis, (29/7/2021).
"Ini kan informasi beberapa hari yang lalu ya, yang saya dapat infonya itu vaksin moderna baru masuk ke 14 rumah sakit vertikal sekitar 3.820. Jadi kalau umpamanya diselenggarakannya di wilayah publik, saya kira perlu klarifikasi apakah benar vaksin moderna atau vaksin pada umumnya," kata Adib saat dihubungi Suara.com.
Ia juga mendorong untuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan investigasi. Adib meminta pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan kabar tersebut. Karena, menurut Adib, saat ini vaksin dosis ketiga terutama dengan vaksin Moderna baru untuk tenaga kesehatan.
"Saya kira untuk saat ini tidak bisa, karena Moderna ini tiba dari dan diperuntukkan bagi nakes. Jadi itu yang harus dipahami, terlepas dari masyarakat akan mendapatkan booster, itu akan dipersiapkan program dari pemerintah. Kenapa diupayakan bagi nakes? Karena ini bisa melindungi mereka saat melayani masyarakat," kata dia.
Bicara soal alokasi vaksin Moderna sendiri, Adib mengatakan bahwa ia tidak berkepentingan terkait denga pengaturan. Sejauh pengetahuan Adid, sebanyak 1,5 juta dosis diharapkan untuk tenaga kesehatan.
"Kalau yang dosis satu dan dua, laporan kemarin temen-temen nakes sudah mendapatkan dosis satu dan dua 1,5 juta, dan ini yang harus dilakukan divaksinasi ketiga. Mengenai kaitannya, saya tidak bisa menjawab. Karena pengaturannya dari pemerintah dan Kementerian Kesehatan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink