Suara.com - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengungkap hasil autopsi terhadap Trio Fauqi Virdaus yang diduga meninggal karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Trio diduga meninggal karena vaksin AstraZeneca, diungkap kakak Trio Sabbihis Fathun Vickih, jika adiknya mengeluh sakit kepala hingga demam tinggi usai disuntik vaksin, dan 22 jam setelah disuntik meninggal dunia.
Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya sudah mendapatkan hasil otopsi dari Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang menyatakan hasil kematian tidak bisa ditentukan.
Hasilnya berdasarkan hasil otopsi itu, KOMNAS KIPI menyampaikan kepada Menteri Kesehatan dengan rekomendasi kematian Trio tidak bisa ditentukan.
"Rekomendasi Komnas sudah disampaikan kepada Menkes, klasifikasi KIPI adalah undeterminate atau tidak dapat ditentukan," ujar Prof. Hindra saat dihubungi suara.com, Jumat (30/7/2021).
Prof. Hindra menambahkan jika pihaknya sudah menyampaikan informasi ini kepada pihak keluarga. Dalam pertemuan itu hadir ibunda Trio, kakak perempuan, dan kakak lelaki.
Namun meski sudah disampaikan hasil autopsi, pihak keluarga tetap bersikukuh jika Trio meninggal karena vaksin AstraZeneca.
"Komnas mengeluarkan rekomendasi, sesuai dengan hasil otopsi, sebab kematian: tidak dapat ditentukan. Jadi kami menghormati sikap keluarga, namun belum cukup bukti untuk mengkaitkan vaksin dengan KIPI yang terjadi," terang Prof. Hindra.
Selain menghormati sikap keluarga, kata Prof. Hindra pihaknya masih akan mendengar rekomendasi dan laporan yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA).
Baca Juga: Laris Manis, Para Produsen Vaksin Covid-19 Untung Hingga Ratusan Trilyun Dalam 6 Bulan
"Apabila ada kasus yang serupa, tentu Komnas KIPI akan mengkaji kembali," pungkas Prof. Hindra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak