Suara.com - Bau badan tak hanya membuat Anda kehilangan kepercayaan diri. Lebih penting dari itu, bau badan ternyata bisa jadi petunjuk mengenai status kesehatan Anda.
Ya, setiap bagian dari tubuh Anda memiliki aroma khasnya masing-masing. Ketika aroma tubuh berubah atau menjadi lebih berbau daripada biasanya, maka Anda harus waspada. Siapa tahu ada infeksi atau penyakit tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Yuk, mulai perhatikan aroma di bagian tubuh berikut, dan cari tahu bagaimana status kesehatan Anda. Baca selengkapnya di bawah ini, seperti dilansir dari WebMD.
Pusar
Penelitian menunjukkan mungkin ada sebanyak 70 jenis bakteri di pusar. Pusar yang sedikit berbau mungkin hanya perlu dibersihkan dengan sabun dan air. Tapi jika aroma tak sedap tetap tercium dari area pusar, waspada tanda infeksi. Ini biasanya terjadi pada Anda yang melakukan tindik pusar.
Telinga
Kotoran di telinga adalah hal normal. Tetapi jika telingan Anda mengeluarkan bau atau Anda melihat cairan yang keluar, itu bisa menjadi tanda infeksi atau ada sesuatu yang tersangkut di dalam telinga Anda. Hal ini biasanya sering terjadi pada anak-anak.
Bau mulut
Bau mulut saat baru bangun tidur adalah hal yang normal. Tubuh Anda mengeluarkan lebih sedikit air liur saat tidur, sehingga bakteri menumpuk di dalam mulut. Bau mulut juga bisa timbul saat Anda dehidrasi, atau mengonsumsi makanan tertentu seperti bawang putih.
Namun, bau mulut juga bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan, seperti infeksi sinus, penyakit gusi, dan refluks asam lambung. Aroma bau mulut mungkin kan berbeda-beda tergantung pada masalah medis yang Anda miliki. Misalnya, penyakit gusi dapat mengeluarkan bau mulut yang aroma logam, sedangkan diabetes dapat membuat napas Anda berbau buah.
Tinja
Tinja secara alami berbau karena adanya bakteri. Tetapi jika baunya sangat busuk, dan disertai dengan gejala lain seperti diare, kram perut, atau mual, itu bisa menjadi tanda infeksi. Bakteri, virus, dan parasit tertentu dapat menyebabkan penyakit perut. Giardiasis adalah jenis diare yang memicu kotoran berbau tidak sedap. Parasit giardia, biasanya ditemukan di air dan makanan yang tidak diolah.
Air kencing
Ini adalah campuran air dan sisa limbah dari ginjal Anda. Air kencing yang normal memiliki sedikit atau tidak berbau. Namun jika Anda sering mencium bau amonia, itu tandanya Anda perlu minum lebih banyak minum air. Makanan tertentu, seperti asparagus, dapat mengubah bau air kencing Anda. Begitu juga dengan beberapa jenis suplemen.
Tapi, jika tercoum bau aneh yang tidak biasa, Anda mungkin perlu menghubungi dokter. Infeksi saluran kemih (ISK), peradangan kandung kemih, dan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat memicu bau kencing yang tidak biasa. Begitu juga dengan gangguan metabolisme, ketoasidosis diabetik (komplikasi diabetes), dan fistula gastrointestinal-kandung kemih.
Baca Juga: Mengenal Khasiat Minyak Atsiri, Jadi Antivirus Hingga Enyahkan Bau Badan
Penis
Jika Anda tidak disunat, sel-sel kulit mati dan cairan dapat menumpuk di kulup penis. Penumpukan ini bisa memicu munculnya bau seperti keju yang disebut smegma. Membersihkan penis setiap hari dapat mengatasinya. Tapi waspada jika bau tak kunjung hilang. Infeksi salurah kemih bisa jadi penyebabnya.
Vagina
Vagina memiliki bau yang unik. Seks, menstruasi, atau berkeringat dapat mengubah baunya secara singkat. Tidak membersihkan dengan baik atau memakai pembalut terlalu lama juga dapat menimbulkan bau.
Tapi waspada pada bau amis atau busuk yang tidak kunjung hilang, karena itu bisa menjadi tanda infeksi atau kondisi lain -- terutama jika disertai dengan rasa gatal, terbakar, atau keluar cairan. Vaginosis bakterial, yang disebabkan oleh terlalu banyak bakteri abnormal, adalah alasan paling umum. Infeksi menular seksual (IMS) trikomoniasis juga dapat menyebabkan bau vagina. IMS lain, seperti klamidia dan gonore, biasanya tidak menimbulkan berbau. Meskipun kurang umum, kanker serviks juga dapat mengubah bau vagina Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?