Suara.com - Orang Indonesia pasti sudah sangat familiar dengan buah mangga, si buah oranye yang menyegarkan.
Ternyata, sebuah penelitian mengungkap manfaat buah mangga jenis Arunika, yang dipercaya dapat mengurangi kadar gula dalam darah.
Dikutip Suara.com dari Times of India, berbeda dengan pandangan umum, buah yang kerap dihindari oleh penderita diabetes ini diklaim aman dikonsumsi diabetesi.
Hal diungkap oleh tim peneliti The Central Institute for Subtropical Horticulture (CISH).
Buah mangga Arunika yang telah dikembangkan lewat senyawa bioaktif ini memiliki obat yang sangat tinggi, termasuk kandungan sifat anti-kanker.
“Memang, ini sebuah terobosan besar bagi kami. Mangga merupakan buah yang paling disukai dari banyak jenis hibrida mangga. Para peneliti menemukan mangga Arunika yang dikembangkan CISH, memiliki kandungan kaya akan bioaktif, serta senyawa kandungan mangiferin dan lupeol,” ungkap Direktur CISH, Shailendra Rajan.
Ia melanjutkan, “Mangga Arunika yang merah merona, memiliki khasiat obat yang bermanfaat. Senyawa bioaktif yang ada dalam buah ini, dapat menurunkan kadar glukosa darah sekaligus mencegah penyerapan glukosa di usus. Sedangkan kandungan mangiferin, dapat membantu melindungi kanker payudara dan usus besar.”
Jenis mangga lain yang sedang dikembangkan CISH adalah mangga ‘Saheb Pasand’, yang ia sebut memiliki kandungan lupeol yang cukup tinggi.
Selain itu, senyawa ini juga dikenal oleh farmakologis yang mampu mengobati beberapa penyakit seperti peradangan, radang sendi, diabetes, kardiovaskular, ginjal, toksisitas hati, infeksi mikroba, dan kanker.
Baca Juga: 5 Jenis Buah yang Aman untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?
Shailendra Rajan mengatakan, pihaknya sudah siap mengembangkan mangga jenis ini. Namun uji laboratorium masih terus dilakukan untuk membandingkan mangga hibrida ini dengan jenis mangga lain.
Dalam waktu dekat, lanjut Rajan, budidaya mangga Arunika akan memberikan pendapatan yang lebih baik, salah satunya petani mangga dan manfaat kesehatan bagi para konsumen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien