Suara.com - Berbagai masalah kesehatan seperti radang sendi dan nyeri sendi, kanker, Alzheimer, diabetes, penyakit jantung, dan bahkan jerawat terkait dengan peradangan.
Untuk melawan kondisi tersebut, tim ilmuwan menyatakan bahwa makanan mungkin bisa berefek pada penurunan peradangan.
Melansir dari Eat This, menurut Sadanand Fulzele, PhD, dan Carlos Isales, MD , peneliti di Medical College of Georgia di Augusta University menyatakan bahwa pola makan rendah triptofan bisa membantu.
Sebab triptofan dapat menyebabkan tingkat bakteri usus yang lebih rendah dari yang diperlukan yang mendukung kekebalan dan mengarah pada produksi bahan kimia yang bermanfaat bagi tubuh.
Kimia tubuh ini termasuk seratonin yang membantu meningkatkan perasaan bahagia dan melatonin, hormon yang mendukung tidur.
Berikut adalah beberapa makana yang mengandung triptofan, antara lain:
1. Susu
WebMD melaporkan bahwa susu sapi utuh merupakan sumber tingkat triptofan yang tinggi. Sumber alternatif menunjukkan bahwa produk susu lainnya, seperti yogurt rendah gula juga mengandung triptofan.
2. Ayam dan Sayuran Hijau
Baca Juga: Dokter Anak Pastikan ASI Tidak Jadi Sumber Utama Penularan Covid-19 Pada Anak
Ayam dan sayuran hijau, seperti selada air adalah dua makanan yang mengandung triptofan tinggi.
3. Telur
Telur dapat membantu meningkatkan kadar triptofan tubuh, tetapi Anda hanya membutuhkan kuning telur untuk kualitas terbaik.
4. Biji-bijian dan kacang-kacangan
Secara khusus, biji labu, biji bunga matahari, dan kacang tanah merupakan sumber triptofan nabati.
5. Gandum
Satu cangkir oatmeal yang dimasak dikatakan menghasilkan sekitar 150 miligram triptofan. Angka ini sekitar seperlima dari apa yang Anda dapatkan dari susu dan sekitar sepertiga dari apa yang disediakan dari kalkun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif