Suara.com - Thailand telah beralih ke ramuan tradisional yang memiliki cita rasa pahit dan mampu meningkatkan kekebalan untuk mengobati pasien Covid-19 bergejala ringan.
Thailand menggunakan ramuan tradisional dari andrographis paniculata, yang dikenal sebagai fah talai jone atau chiretta hijau. Andrographis paniculata ini sudah digunakan selama berabad-abad sebagai pengobatan tradisional untuk flu, sakit tenggorokan, dan peradangan.
Kini, andrographis paniculata digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengobati pasien Covid-19 bergejala ringan atau tidak menunjukkan gejala apapun.
Meskipun ramuan tradisional ini tidak terdaftar sebagai pengobatan pasien Covid-19 yang efektif oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pihak berwenang di Thailand mengatakan ramuan ini bisa mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan pasien Covid-19.
Karena, sekarang ini rumah sakit cukup kewalahan dengan beban kasus harian virus corona Covid-19 di Thailand yang mencapai 20 ribu dan penuhnya ruang perawatan intensif.
Nuttakit Wongwanich (35), seorang supir taksi di Thailand telah mencoba mengonsumsi ramuan tradisional ini dalam bentuk pil ketika demam, batuk, dan flu. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah mengetahui ramuan tradisional tersebut.
Tapi sekarang, ia selalu mengonsumsi ramuan tradisional ini setiap kali sakit. Bahkan, ia juga masih mengonsumsinya meskipun sudah suntik vaksin Covid-19 penuh.
Sebuah studi Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand, telah menguji ramuan tradisional ini pada lebih dari 300 pasien Covid-19 dan akan memberikan hasilnya kepada pihak berwenang Thailand.
Dr Kwanchai Wisitthanon, wakil direktur jenderal departemen tersebut pun yakin ramuan tradisional ini bisa menyembuhkan pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala.
Baca Juga: WHO Panggil Ahli Untuk Investigasi Asal-usul Virus Corona
Meskipun ramuan tradisional ini bisa mengatasi gejala virus corona Covid-19 yang memburuk.
Tapi dilansir dari Straits Times, departemen tersebut mengatakan ramuan tradisional ini tidak bisa memberikan perlindungan apapun terhadap virus corona Covid-19.
Tenaga medis juga memperingatkan masyaraka agar tidak mengonsumsi ramuan tradisional itu dalam jumlah besar, karena bisa merusak ginjal dan hati.
Dr Kwanchai menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ramuan tersebut selama lebih dari lima sampai tujuh hari, karena bisa menyebabkan mati rasa di tangan dan kaki, menurunkan tekanan darah dan berdampak pada ginjal.
Ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang memiliki masalah ginjal dan hati juga harus menghindari ramuan tradisional tersebut. Beberapa ahli medis juga mengingatkan bahwa bukti ilmiah mengenai ramuan tradisional untuk pasien Covid-19 itu masih kurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya