Suara.com - Hingga saat ini pemerintah masih terus menggejot pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah. Bahkan pemerintah menargetkan seluruh masyarakat Indonesia telah mendapat vaksin Covid-19 akhir Desember 2021 mendatang.
Maka dari itu Tenaga Kesehatan di Dermaster Klinik Indonesia tergerak terjun langsung untuk berlangsungnya acara vaksinasi yang di adakan di QBIG BSD City, Tangerang pada hari Minggu, 22 Agustus 2021.
“Sebagai dokter kami juga terpanggil untuk membantu masyarakat menerima vaksinasi, sehingga kami dapat memaksimalkan panggilan profesi luhur sebagai dokter membantu masyarakat maka dari .” dr. Jessy Suryadi selaku Head Doctor of Dermaster Clinic Network”.
Ia mengatakan, hal itu bertujuan agar mempercepat proses terbentuknya herd immunity.
Selain itu, dalam keterangannya, Selasa, (24/8/2021), Director of Marketing Communication Dermaster Clinic Indonesia, Rila Lisangan mengatakan bahwa pihaknya juga menyediakan layanan tes swab Antigen dan PCR yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan Indonesia dan dapat digunakan untuk perjalanan penerbangan dan kebutuhan lainnya.
"Kami berharap bisa membantu pemerintah untuk bersama-sama kita melawan virus Covid-19 ini agar segera mereda, dengan terus melakukan aksi baik seperti melakukan vaksinisasi, patuh pada anjuran pemerintah dan saling mendoakan agar kita cepat terbebas dari wabah ini,"kata dia.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melaporkan total vaksin COVID-19 dari berbagai produsen yang diterima Indonesia sepanjang Agustus 2021 sekitar 67 juta dosis.
"Pada pekan pertama sudah datang 12 juta dosis, pekan kedua 9 juta dosis, pekan ketiga 12 juta dosis, pekan keempat 19 juta dosis dan di ujung-ujung ada yang 13 juta dosis," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan siaran pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Selasa.
Budi mengatakan vaksin tersebut dikirim oleh sejumlah produsen di antaranya Sinovac, Pfizer, AstraZeneca dan Coronavac.
Baca Juga: Aksi Pemuda Nekat Bikin Tato Sertifikat Vaksin COVID-19
Pada pekan keempat Agustus 2021, kata Budi, Indonesia kembali kedatangan 19,5 juta dosis vaksin dan pekan kelima diperkirakan kembali ditambah sebanyak 13 juta dosis vaksin.
"Mungkin kita butuh maksimal tiga hari untuk melakukan pengemasan vaksin, perapian, izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan lain sebagainya sebelum kita kirim (ke daerah)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?