Suara.com - Musik bukan hanya hiburan, namun juga menenangkan, memberi energi, dan menginspirasi. Musik juga memperkuat jalur di otak Anda yang menurut ahli saraf dapat mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang kognisi dan demensia.
Melansir dari Medical Xpress, untuk membantu lebih memahami bagaimana musik memperkuat otak, Dr. Bernard Bendok, ketua Departemen Bedah Saraf di Mayo Clinic di Arizona menjelaskan bagaimana musik memengaruhi para peneliti dalam Mayo Clinic Minute.
"Salah satu fungsi yang lebih tinggi yang dapat dilakukan oleh otak manusia adalah kinerja musik," kata Bendok.
"Saat Anda menguasai instrumen, ada koneksi tertentu yang tumbuh dan ditingkatkan di otak karena pada dasarnya, otak suka ditantang. Kami tahu bahwa semakin banyak bahasa yang Anda ketahui, semakin kecil risiko demensia Anda. Dan musik bisa menjadi bahasa," imbuhnya.
Memahami musik memungkinkan ahli saraf dan ahli bedah saraf untuk lebih memahami otak.
"Ini adalah cara yang bagus untuk memetakan otak dengan lebih baik, baik untuk meningkatkan keamanan operasi, tetapi juga untuk mengeksplorasi jalan baru untuk terapi baru untuk berbagai kondisi otak manusia, termasuk penyakit degeneratif dan masalah memori," ujar Bendok.
"Dengan memahami jalur ini yang berkontribusi pada memori musik dan memori kognitif, ini akan memungkinkan kita untuk memecahkan masalah degenerasi seperti demensia, tetapi juga membuka peluang baru untuk meningkatkan fungsi," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi