Suara.com - Sering minum minuman keras atau alkohol saat muda bisa berefek pada kesehatan jantung di masa tua. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari Inggris.
Melansir dari Medicinenet, Arteri orang secara alami menjadi kurang elastis seiring bertambahnya usia. Namun faktor-faktor tertentu termasuk alkohol dan penggunaan tembakau dapat mempercepat prosesnya.
Kurangnya elastisitas arteri dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 1.600 orang di Inggris. Penggunaan alkohol, merokok, dan arteri mereka dinilai pada usia 17 hingga 24 tahun.
"Ada beberapa bukti peningkatan bertahap dengan penggunaan yang lebih berat, yang berarti bahwa semakin banyak Anda minum, semakin besar peningkatan kekakuan arteri," kata peneliti Hugo Walford, seorang mahasiswa kedokteran di University College London.
Secara keseluruhan, kekakuan arteri meningkat rata-rata 10,3 persen antara usia 17 hingga 24, dengan peningkatan yang sedikit lebih besar pada wanita dibandingkan pria.
Kekakuan arteri meningkat dengan setiap kenaikan poin dalam skor alkohol rata-rata. Temuan ini telah dipresentasikan pada pertemuan online European Society of Cardiology.
Tidak ada peningkatan kekakuan arteri yang ditemukan di antara perokok sedang. Sementara perokok berat mengalami peningkatan kekakuan arteri yang lebih besar daripada yang tidak pernah merokok.
"Hasil ini menunjukkan bahwa perilaku minum alkohol dapat menempatkan orang muda pada lintasan perjalanan hidup yang dimulai dengan pengerasan arteri dini, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke," kata Walford.
Baca Juga: Geger Sekuriti Tewas Saat Jaga Pabrik di Ciruas, Penyebab Masih Diselidiki
Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan biasanya dianggap pendahuluan sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien