Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang merasa kesepian. Pembatasan sosial, membuat momen pertemuan yang biasa dilakukan praktis berkurang.
Terlebih dalam situasi isoasi, ada faktor psikologis berperan yang membuat seorang kesepian. Menurut penelitian yang telah diungkap dari Verry Well Mind, depresi menjadi faktor pemicu terjadinya kesepian.
Jika kamu merasa kesepian, beberapa saran inni mungkin bisa mengatasinya.
Alihkan pikiran menjadi lebih positif
Pada dasarnya, orang yang kesepian sering mendapat penolakan dari lingkungan. Maka dari itu, alihkan pikiran Anda untuk terus lebih positif. Walau penolakan tetap ada, jadikan diri Anda lebih baik dan positif dalam membangun hubungan sosial Anda.
Fokus pada pengembangan hubungan
Anda perlu fokus pada pengembangan hubungan yang berkualitas. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari yang namanya kesepian. Apalagi kalau Anda menemukan teman yang punya sikap, minat, dan nilai yang sama dengan Anda.
Bangun koneksi
Rasa kesepian tentu bisa diubah, jika Anda mau bersosialisasi dan membangun koneksi Anda dengan orang lain. Meski tidak mudah, Anda bisa melakukan tindakan ini secara pelan-pelan, karena ini merupakan proses dalam membangun kesejahteraan mental Anda.
Baca Juga: Penting! Ini 4 Gangguan Mental yang Bisa Dialami Korban Pelecehan Seksual
Gabung bareng komunitas
Agar terhindar dari rasa kesepian, bergabunglah dengan komunitas di sekitar Anda. Jika Anda punya hobi yang sama dengan satu komunitas, tak ada salahnya untuk gabung bareng. Sehingga Anda dapat membangun hubungan sekaligus interaksi sosial dengan orang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius