Suara.com - Tidak perlu rumit dengan aneka pengobatan, Dokter Zaidul Akbar menyarankan masyarakat untuk mengurangi asupan gula, tepung, dan makanan olahan agar tubuh lebih cepat menyembuhkan diri.
Selain itu, kata dr. Zaidul Akbar, apa yang dimakan oleh seseorang juga bisa mencerminkan kesehatan tubuhnya.
Itu artinya, ada beberapa makanan tertentu yang bisa menghambat metabolisme, sehingga tubuh sulit untuk sembuh saat menderita suatu penyakit.
"Ketika itu disetop (makanan olahan, gula, dan tepung) banyak yang bisa diperbaiki atau tubuh sudah bisa recovery sendiri lebih cepat," ujarnya melalui kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, Senin (13/9/2021).
Lebih lanjut, dokter pencetus Jurus Sehat Rasulullah (JSR) itu juga menyebut, bukan hanya tubuh bisa memulihkan diri jadi lebih cepat, dengan menghindari beberapa makanan tersebut juga bisa mengatasi masalah menstruasi dan pencernaan.
Selain itu, pola makan tersebut juga sangat efektif memperbaiki mood atau emosi.
"Bukan hanya menstruasi diperbaiki, ternyata mood lebih baik, jantung lebih baik, otak pola pikir tidak lelaki dan perempuan," terangnya.
Hal ini juga selaras dengan hasil di berbagai kajian dan literatur yang menyebutkan, mengonsumsi makanan tinggi gula, tinggi tepung dan makanan siap saji olahan meningkatkan risiko penyakit kronis diabetes, jantung, hingga hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Terlebih jika pola konsumsi buruk tersebut tidak diiringi dengan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, konsumsi buah dan sayur, serta tidur yang cukup, maka akan semakin tinggi risikonya terkena berbagai penyakit kronis tersebut.
Baca Juga: Ingin Kurangi Waktu Tidur karena Sibuk? Begini Saran Dokter Zaidul Akbar
Untuk itulah dr. Zaidul Akbar menganjurkan untuk menerapkan pola makan dalam Islam yang konsepnya sederhana. Jadi, kata dia, tidak perlu mengikuti tren masa kini, di mana makanan harus dihias sedemikian rupa atau makan di tempat dengan konsep tertentu.
"Islam itu dalam urusan makanan sangat sederhana, Rasulullah mencontohkan kepada kita semua. Jadi kalau ada makanan beliau makan, kalau tidak ada makanan dia puasa," pungkas Dokter Zaidul.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?