Suara.com - Setelah tujuh bulan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping pertama kali bicara untuk membahas penyelidikan asal-usul virus corona. Percakapan itu dilakukan lewats sambungan telepon selama 90 menit,
“Mereka memang membahas berbagai masalah transnasional termasuk COVID-19, dan memahami asal-usulnya, tentu saja, menjadi perhatian utama pemerintahan ini,” kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, seperti dilansir dari Wionews.
"Ya, itu adalah topik yang diangkat, tapi saya tidak akan membahas lebih jauh," tambahnya.
Iklim dan hak asasi manusia termasuk di antara topik dan meskipun masalah ekonomi dibahas, mereka “bukan bagian utama” dari seruan tersebut, katanya.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada BBC bahwa panggilan itu datang atas permintaan Biden, yang "jengkel" oleh keengganan pejabat tingkat rendah China untuk mengadakan pembicaraan substantif dengan pemerintahannya.
Penyiar negara China CCTV mengatakan panggilan telepon itu "terus terang (dan) mendalam". ia juga menambahkan bahwa itu telah mencakup "komunikasi strategis yang luas dan ... masalah yang menjadi perhatian bersama".
"Apakah China dan AS dapat menangani hubungan mereka dengan baik ... sangat penting untuk masa depan dan nasib dunia," kata Xi, menurut laporan CCTV.
Bulan lalu, Biden berjanji untuk menekan China untuk jawaban atas asal mula pandemi yang kini telah menewaskan sekitar 4,8 juta orang di seluruh dunia. Badan-badan intelijen AS mengatakan mereka dapat membuktikan secara meyakinkan apakah virus itu muncul dari laboratorium penelitian China di Wuhan.
Beijing telah berulang kali membantah tuduhan AS bahwa mereka tidak bekerja sama dengan penyelidikan sumber pandemi.
Baca Juga: Uji Coba Pembukaan Objek Wisata Uluwatu Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026