Suara.com - Terkadang orangtua lengah tidak meperhatikan sang anak saat tengah bermain. Tidak jarang mereka kemudian mengonsumsi benda yang membuat si kecil tersedak hingga menyumbat aliran napas.
Sumbatan yang ringan biasanya masih bisa berbicara atau membuat bunyi kemudian masih bisa batuk dengan keras. Tetapi jika sumbatannya berat ini tidak bisa bernapas, bunyi tidak akan keluar atau ada batuk tanpa ada suara.
Biasanya jika anak besar atau orang dewasa bisa mengisyaratkan jika tersedak dengan memegang tenggorokannya. Jika terjadinya sumbatan berat, tentunya kamu harus bertindak cepat. Kenapa harus bertindak cepat? Karena jika saluran napas tersumbat sepenuhnya, oksigen tidak bisa memasuki paru.
Menurut dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) selaku Dokter Spesialis Anak, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi S3 Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada (01/10/2021) tanda tersedak adalah anak atau orang tersebut batuk tidak berhenti seperti mau muntah, Kemudian jika menarik napas akan terdengar bunyi siulan.
Hal tersebut terjadi jika saluran napas belum sepenuhnya tersumbat. Sementara jika sepenuhnya tersumbat maka korban menjadi biru muka, bibir, ujung kuku. Kemudian dapat terjadi pingsan atau tidak sadar karena tidak mendapatkan asupan udara.
Nah, bagaimana jika terjadi pada bayi? Bayi tersedak tidak mudah diketahui karena bayi tidak bisa mengatakan hal tersebut. Jadi sebagai orang tua harus memperhatikan tampilan dan perilaku bayi. Intinya kamu amati dan damping anak tersebut. lakukan cara berikut ini pada bayi dan anak jika tersedak :
1. Hentakkan punggung belakang (Back blows)
Posisikan bayi di kepala lebih rendah, kamu sebagai penolongnya duduk, kemudian tangan kanan menyangga dan menggunakan ujung telapak tangan untuk menekan punggung bayi di antara belikat. Tujuan back blows adalah memberikan vibrasi sehingga bisa melepaskan sumbatannya. Kemudian jika dilakukan back blow tak ada respon
2. Penekanan pada dada (Chest thrusts)
Baca Juga: Adik Angela Gilsha Meninggal, Kenali Komplikasi Berbahaya Akibat Tersedak
Pada bayi, lakukan cara chest thrusts (penekanan pada dada) 5 kali bergantian dengan back blows untuk melepaskan sumbatan, karena organ pada bayi masih sangat rentan sehingga sangat berbahaya jika melakukan Abdominal Thrusts. susah mengetahui bayi tersedak
3. Abdominal Thrusts
Sedangkan pada anak besar, lakukan Abdominal Thrusts yang diberikan tekan dari tangan yang digenggam kemudian tempatkan dibawah dada lalu ditekan. Hal cara tersebut digunakan tujuannya untuk mengeluarkan benda dalam saluran pernapasan.
4. Lakukan napas buatan
Napas buatan dilakukan ketika bayi atau anak besar dalam keadaan tidak sadarkan diri atau pingsan. Namun, cara ini tidak disarankan dalam kondisi pandemi saat ini.
Sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan jika anak atau bayi tersedak? Jangan panik ketika melakukan cara tersebut. Ulangi siklus diatas sambil memanggil bantuan.
Penulis: Elisa Naomi Hutapea
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat