Suara.com - Sudah banyak penelitian yang menjelaskan bagaimana obesitas memengaruhi produksi insulin dan seiring waktu akan menyebabkan diabetes tipa 2 atau penyakit metabolik lainnya.
Sekarang, peneliti dari Karolinska Institutet, Swedia, menemukan penjelasan lebih lanjut mengapa sel-sel lemak dapat menyebabkan penyakit metabolik tersebut.
Perubahan aktivitas sel lemak
Studi dari Karolinska Institutet menunjukkan bahwa aktivitas sel-sel lemak akan berubah pada penderita obesitas dan resistensi insulin. Seiring bertambahnya ukuran sel lemak, ukuran dan kandungan DNA inti juga meningkat.
"Proses seperti itu belum dijelaskan untuk sel lemak manusia (adiposit), yang bisa bertambah besar ukurannya lebih dari 200 kali selama masa hidup," kata peneliti Qian Li dari Departemen Sel dan Biologi Molekuler Karolinska Institutet.
Tetapi, proses alami sel-sel lemak yang bertambah besar ini memiliki efek negatif pada kesehatan, lapor Medical Xpress.
Peneliti juga menemukan peningkatan insulin dalam darah menyebabkan penuaan atau penuaan dini, di beberapa sel di jaringan adiposa.
"Hasil kami menunjukkan bahwa sel-sel lemak tua meningkatkan sekresi faktor pro-inflamasi, dan mendorong peradangan serta patologi pada jaringan adiposa manusia. Pada akhirnya hal itu memengaruhi kesehatan seluruh tubuh," kata peneliti Carolina Hagberg dari Departemen Kedokteran Karolinska Institutet.
Untungnya, pembentukan sel-sel lemak tua dan sekresi faktor pro-inflamasi dari sel lemak dapat diblokir.
Baca Juga: Ini Jenis Makanan yang Mesti Dihindari Penderita Diabetes Tipe 2
"Studi ini mengidentifikasi aspek biologi adiposit manusia, aktivasi program siklus sel pada penderita obesitas dan hiperinsulinnemia, yang membuka jalan bagi strategi pengobatan baru untu obesitas dan penyakit komorbid terkait, seperti diabetes tipe 2," tandas peneliti Kirsty Spalding dari Departemen Sel dan Biologi Molekuler Karolinska Institutet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?