Suara.com - Memiliki rasa trauma dari peristiwa masa lalu dapat membentuk seseorang di usia dewasanya. Bahkan, rasa trauma yang menetap dan membekas itu, akan terus terbawa jika peristiwa itu cenderung kuat di ingatannya.
Mengutip Times Of India, peristiwa traumatis ini terjadi saat seseorang hidup di masa kecilnya yang kurang beruntung. Berikut lima dampak bila anak Anda punya peristiwa traumatis di masa kecil.
Tidak bisa percaya dengan siapapun
Akibat peristiwa traumatis di masa kecil yang menyakitkan, ini membuat anak tidak bisa percaya dengan siapapun. Bahkan dampak ini bisa terjadi di usia dewasanya. Tak hanya itu, dampak ini bisa mempengaruhi relasi anak dalam hidupnya, mulai dari persahabatan hingga ikatan asmara.
Menyelamatkan diri dari luka
Untuk menutupi rasa lukanya, anak akan melakukan reaksi berlebihan ketika menghadapi situasi di usia dewasanya. Walau reaksi ini membuat orang lain kecewa, tindakan ini justru demi menyelamatkan dirinya dari luka, sebagaimana yang dialami saat masih kecil dulu.
Tidak mampu mempertahankan hubungan
Jika anak memiliki peristiwa traumatis di masa kecil, dampaknya anak tidak mampu mempertahankan hubungan dengan orang lain. Apalagi jika anak tidak punya hubungan kuat dengan orangtua, ini membuatnya sulit punya hubungan yang langgeng.
Kesepian
Baca Juga: Pemuda Dikeroyok Anak Punk hingga Tewas, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Peristiwa traumatis yang cukup melukai anak, dampaknya bisa membuat anak kesepian di hidupnya. Bahkan, anak akan memilih mengisolasi diri dibanding harus menghadapi orang lain. Meski demikian, dampak rasa kesepian serta mengisolasi ini membuat anak sulit membangun hubungan sosial.
Mengurangi konsentrasi
Akibat peristiwa traumatis di masa kecil yang cukup kuat, membuat ingatan anak cenderung kurang konsentrasi ketika melakukan aktivitas produktif. Sehingga ada benturan pikiran yang saling berhadapan, antara konsentrasi untuk beraktivitas serta ingatan dari peristiwa buruk yang dialaminya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?