Suara.com - Berapa kali kencing dalam sehari mungkin menjadi hal yang sepele untuk diperhatikan. Namun sebenarnya, seberapa sering buang air kecil atau kencing dalam sehari dapat mengungkapkan kesehatan Anda.
Untuk frekuensi normal buang air kecil dalam sehari, Dr Sarita Channawar, konsultan dokter kandungan di Rumah Sakit Wockhardt, Mira Road menjawabnya.
"Pergi sekitar 4-10 kali untuk buang air kecil per hari adalah normal dan penting," kata Dr Channawar, dikutip dari Healthshots.
Namun rata-rata kebanyakan orang buang air kecil adalah empat sampai tujuh kali dalam sehari.
Sedangkan tidak buang air kecil sama sekali atau hanya sekali atau dua kali dalam sehari tidak sehat dan tidak dianjurkan.
Begitu pula jika Anda menyadari bahwa frekuensi kencing Anda meningkat secara tiba-tiba, itu juga tidak normal.
Perubahan frekuensi kencing ini bisa terkait dengan beberapa kondisi medis lain, seperti:
1. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi pada sistem kemih. Gejala-gejala kondisi ini termasuk buang air kecil yang menyakitkan, rasa sakit di sisi atau punggung bawah, dan perlu sering buang air kecil.
2. Sistitis interstisial
Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Nokturia, Kebiasan Buang Air Kecil Tengah Malam
Ini adalah kondisi kandung kemih yang menyakitkan yang menyebabkan sering buang air kecil. Rasa sakitnya berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga rasa sakit yang parah.
3. Kehamilan
Sering buang air kecil juga terlihat selama kehamilan, karena kandung kemih terjepit. Ini karena bayi cenderung mengambil lebih banyak ruang di dalam tubuh, kata Dr Channawar.
4. Penyakit ginjal
Sering buang air kecil bisa mengindikasikan penyakit ginjal, dan bermasalah jika disertai sakit perut dan demam yang menyebabkan ISK. Bila sering buang air kecil disertai dengan gejala lemas atau sulit tidur, urine bernoda darah, kehilangan nafsu makan, dan kram otot, sebaiknya periksakan ke dokter.
5. Diuretik
Minuman seperti kopi, teh, maupun alkohol bisa menyebabkan kondisi diuretik yang membuat Anda banyak buang air kecil. Selain itu, beberapa obat juga dapat memiliki efek samping diuretik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026