Suara.com - Setelah sang istri mengalami 19 kali keguguran, akhirnya pasangan asal Arizona memiliki anak baru. Bayi mereka lahir dua minggu lebih awal dari hari perkiraan lahir atau HPL.
Berdasarkan laporan Insider, pasangan ini memberi nama Finley, yang lahir dengan berat lebih dari 6,3 kilogram dan panjang kurang lebih 60,3 sentimeter.
Besarnya sang bayi membuat anggota pasangan ini terkejut.
"Aku belum pernah melihat bayi sebesar itu," kata ibu dari Finley, Cary Patonai.
Bayi yang lahir dengan ukuran besar dinamakan makrosomia, dan sekitar 9% bayi di seluruh dunia mengalami hal ini. Biasanya bayi makrosomia lahir di atas berat 3,9 kilogram.
Umumnya, kondisi ini biasanya terjadi pada ibu penderita diabetes, obesitasm atau mengalami peningkatan berat badan berlebih selama kehamilan.
Makrosomia dapat menyebabkan masalah, seperti robekan dan pendarahan berlebihan setelah melahirkan, terutama jika dilahirkan pervaginam. Sementara Finley dilahirkan secara operasi caesar.
Menurut Mayo Clinic, bayi berisiko rentan terhadap obesitas dan gangguan metabolisme.
Untungnya, Finley tumbuh sehat. Dokter menduga perawakan besatnya itu disebabkan oleh keturunan.
Baca Juga: Viral Curhatan Dokter Terima Pasien yang Mau Melahirkan, Ternyata Bocah Usia 12 Tahun
Meski sekarang Finley berusia kurang dari dua minggu, ia sudah mengenakan pakaian untuk anak berusia 6 hingga 8 bulan. Dia juga minum ASI dua kali lipat lebih banyak daripada bayi baru lahir lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya