Suara.com - Ukraina kembali memperketat pembatasan wilayah setelah melaporkan kenaikan kasus dan kematian akibat COVID-19.
Berdasarkan data otoritas setempat, 22.415 kasus baru muncul dalam 24 jam terakhir, naik dari rekor sebelumnya 20.341 pada 3 April.
Kematian harian COVID-19 juga bertambah 546 jiwa, lebih tinggi dari rekor 538 kematian pada 19 Oktober.
Jumlah kasus harian COVID-19 di Ukraina, negara berpenduduk 41 juta jiwa, meningkat selama beberapa pekan belakangan.
Pada September, pemerintah memperketat pembatasan COVID-19 dalam upaya menangani pandemi tersebut.
Pemerintah juga memperpanjang status darurat, yang memungkinkan otoritas memberlakukan pembatasan COVID sampai akhir tahun untuk menekan infeksi.
Hingga kini, jumlah keseluruhan kasus COVID-19 di Ukraina mencapai 2,7 juta kasus dan total 62.389 kematian.
Sementara itu berdasarkan situs worldometers, dunia mengalami kasus positif sebanyak 449.544 kasus dalam 24 jam terakhir. Dalam waktu yang sama, angka kematian juga bertambah 7.458 jiwa.
Akibat penambahan tersebut, akumulasi kasus Covid-19 di dunia telah mencapai 242,76 juta kasus dengan 4,93 juta kematian. Angka kesembuhan telah mencapai 220 juta lebih.
Baca Juga: Tiga Kabupaten di Sulbar Diklaim Nihil Kasus Covid-19
Sehingga jumlah orang yang masih positif Covid-19 di dunia hingga saat ini tercatat sebanyak 17,78 juta kasus, data per Kamis (21/10) pukul 07.30 WIB. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur
-
Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?
-
6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin