- Perusahaan Denmark, Sky-Watch, meluncurkan drone RQ-70 Dainn untuk misi intelijen dan pengintaian menjelang pameran Eurosatory di Prancis.
- Drone ini dikembangkan dari platform RQ-35 Heidrun yang telah teruji secara operasional di medan perang Ukraina selama empat tahun.
- Sistem dilengkapi kemampuan terbang delapan jam, kendali jarak 100 kilometer, serta dijadwalkan masuk tahap produksi penuh Januari 2027.
Suara.com - Perusahaan teknologi pertahanan asal Denmark, Sky-Watch, resmi meluncurkan sistem pesawat udara tanpa awak (UAV) jarak jauh terbaru bernama RQ-70 Dainn.
Produk ini dirancang untuk mendukung misi intelijen, pengawasan, pengintaian, hingga akuisisi target dalam peperangan modern.
Peluncuran RQ-70 Dainn dilakukan menjelang ajang pameran pertahanan Eurosatory di Paris, Prancis, yang berlangsung pada 15–19 Juni 2026.
Sistem ini merupakan pengembangan dari platform UAV RQ-35 Heidrun yang telah digunakan selama empat tahun di medan perang Ukraina.
CEO Sky-Watch, Martin Schousboe, menegaskan bahwa pengembangan teknologi ini tidak berbasis teori semata.
“RQ-70 Dainn tidak dikembangkan berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan platform yang telah terbukti di medan perang dan terus disempurnakan melalui umpan balik operasional,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama dalam peperangan modern bukan hanya akses terhadap teknologi, tetapi kemampuan sistem untuk tetap berfungsi dalam kondisi paling kritis.
Selain itu, sistem juga harus mampu beradaptasi dengan cepat mengikuti dinamika di lapangan.
RQ-70 Dainn hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan, termasuk daya tahan operasional hingga delapan jam.
Baca Juga: FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih
Sistem ini juga mampu menjalankan misi intelijen hingga jarak 100 kilometer di luar garis depan, serta dilengkapi kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Keunggulan lain terletak pada arsitektur modular yang memungkinkan penyesuaian muatan sesuai kebutuhan misi.
UAV ini juga dirancang tetap beroperasi di lingkungan tanpa akses GPS dan dapat dikendalikan oleh satu operator.
Sky-Watch menekankan bahwa kekuatan utama RQ-70 Dainn bukan hanya pada platform pesawatnya, melainkan integrasi sistem secara menyeluruh.
“Efektivitas sistem ini terletak pada kemampuannya menghubungkan sensor, pengambil keputusan, hingga pelaksana operasi secara hampir real-time,” kata Schousboe.
Pendekatan pengembangan ini lahir dari pengalaman langsung di Ukraina, di mana sistem diuji dalam kondisi perang yang dinamis.
Siklus umpan balik dari operator di lapangan menjadi kunci dalam penyempurnaan teknologi secara berkelanjutan.
RQ-70 Dainn dijadwalkan memasuki tahap produksi penuh pada Januari 2027.
Sementara itu, demonstrasi operasional akan mulai tersedia pada Juli 2026 seiring meningkatnya permintaan di pasar pertahanan global.
Berita Terkait
-
FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih
-
Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah
-
Dua Kali Kolaps Tak Takut Ketiga Kali, Christian Eriksen Keukeuh Tetap Ingin Main
-
Pelatih Denmark Ungkap Kondisi Christian Eriksen Usai Kolaps Saat Lawan Ukraina
-
Kondisi Terkini Christian Eriksen usai Pingsan di Laga Denmark vs Ukraina
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma