Suara.com - Aktor Chris Hemsworth telah berhenti menggunakan blood flow restriction training, teknik yang digunakan untuk mengurangi aliran darah ke kaki atau lengan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan massa otot.
Teknik ini menggunakan alat berupa karet khusus yang dililitkan ke lengan atas sebelum sesi angkat berat. Perangkat ini dapat menyebabkan pembuluh darah di lengan menonjol.
Cara ini terkenal di kalangan pelatih sebagai taktik untuk 'menjebak' darah di lengan, menyebabkan asam laktat terbangun, memicu pelepasan hormon pertumbuhan (otot).
"Dengan membatasi aliran darah dan oksigen, otot dipaksa untuk bekerja lebih keras dalam waktu lebih singkat," tulis Hemsworth dalam unggahannya, dilansir Insider.
Pemeran Thor ini mengatakan bahwa ini adalah salah satu metode olahraga yang paling tidak nyaman yang pernah dialaminya.
"Tetapi ini adalah bagian dari teka-teki dalam menumbuhkan lengan Thor agar terlihat seperti kaki kuda pacuan," sambungnya.
Namun, pelatih olahraga sang aktor, Luke Zocchi, mengatakan bahwa beberapa bulan terakhir ini Hemsworth telah berhenti saat mempersiapkan film barunya, Extraction 2.
"Dia belum menggunakan teknik itu untuk sementara waktu. Satu-satunya efek samping yang aku tahu adalah teknik ini bisa sangat menyakitkan pada saat melakukannya," jelas Zocchi.
Teknik ini tidak boleh dilakukan oleh orang tekanan darah tinggi, varises, serta trombosis vena dalam.
Baca Juga: Rayakan Ultah Pernikahan ke-10, Chris Hemsworth Pamer Foto Ciuman
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!