Suara.com - Saat tubuh merasa lelah tapi masih harus terus beraktivitas, konsumsi sesuatu yang rasanya manis kerap jadi pilihan untuk memulihkan energi. Gula memang menjadi sumber energi bagi tubuh manusia.
Tapi apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terlalu sering, kebiasaan tersebut bisa jadi pemicu sakit diabetes. Perasaan ingin konsumsi makanan atau minuman manis sebenarnya bisa dikontrol. Caranya, dengan memilih sumber makanan manis yang sehat.
"Kalau bisa tidak glukosa langsung artinya minuman dari gula. Sumber manis sebenarnya tidak hanya gula langsung, bisa buah atau jus buah. Memang ketika seseorang capek rasanya ingin makan yang manis, karena mungkin kondiai gula darahnya juga turun," kata Dokter spesialis penyakit dalam dr. Umar Nur Rachman, Sp.PD., dalam webinar bersama Strong Nation, Selasa (16/11/2021).
Jika belum didiagnosis sakit diabetes, konsumsi apa pun yang mengandung gula boleh saja. Asalkan, kata dokter Umar, jangan terlalu sering dan tidak terlalu banyak.
Sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila ingin benar-benar menghindari glukosa, sumber gula fruktosa seperti yang banyak terkandung pada buah-buahan menjadi pilihan yang tepat.
"Jadi jenis makanan atau minumannya bukan glukosa langsung," ujarnya.
Buah juga menjadi pilihan makanan bagi aktor Cut Memey tiap kali sebelum berolahraga. Apalagi saat ini dirinya telah menekuni sebagai instruktur zumba di Strong Nation.
"Biasanya aku kalau tambah energi, supaya olahraga dapat lebih energi, biasanya pre workout aku makan apel atau pisang," ujarnya.
Namun, ia mengaku, lebih suka konsumsi buah utuh daripada menjadikannya minuman jus.
Baca Juga: Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui
"Karena aku tidak terlalu suka jus. Aku ambil analogi, dari satu apel aku sudah dapat beberapa sumber gula. Sementara untuk membuat satu gelas jus aku butuh berapa buah apel. Jadi bisa lebih banyak lagi gula yang aku daoat dari jus itu," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi