Suara.com - Seringkali orangtua tidak sadar bahwa mereka punya sifat narsistik. Orangtua yang punya sifat narsisitik punya kecenderungan mau mengontrol kehidupan anaknya.
Terkadang orangtua ingin yang terbaik bagi sang anak. Tapi tidak jarang mereka justru terjebak dalam perilaku narsistik.
Dilansir dari asiaone.com, terdapat 5 Cara Orang Tua Narsistik yang Bisa Berdampak Buruk Bagi Kepribadian Anak :
1. Merasakan Harga Diri yang Rendah
Anak yang memiliki orang tua yang narsistik akan merasakan tekanan untuk meningkatkan dirinya. Mereka tidak memiliki kepercayaan diri saat melakukan suatu hal. Mereka akan mempertimbangkan respon orang tua mereka karena standar besar yang diberikan terhadap mereka. Selain itu mereka juga akan memikirkan kemungkinan dikritisi saat tidak memberikan hasil sesuai dengan yang orang tua mereka inginkan. Hal ini menyebabkan ia menjadi seseorang yang memiliki harga diri rendah.
2. Selalu Meminta Pertolongan Orang Lain
Seorang anak yang lahir dari orang tua narsistik akan membutuhkan jangkauan orang lain dan menetap dengan orang tersebut. selain itu, mereka akan membutuhkan validasi dari orang lain, yang mana hal tersebut akan menciptakan peluang eksploitasi pada tangan yang salah.
3. Ketergantungan
Selain itu, anak dari orang tua narsistik akan membuat ia merasa tidak dapat menangani hal-hal yang sebenarnya milik mereka. Mereka akan bergantung pada orang tua mereka, seperti mereka bertanya tentang segala. Lebih parahnya lagi, mereka akan dibayangi oleh orang tua mereka dan kehilangan diri mereka sendiri.
Baca Juga: Viral Perjuangan Ayah 2 Bulan Bikin Pelaminan untuk Nikahan Anak, Kisahnya Bikin Terharu
4. Baik dalam Memanipulasi
Salah satu karakter yang mungkin diajarkan oleh orang tua mereka mungkin memanipulasi seseorang. Kamu mungkin akan menemukan dirinya yang baik dalam berkata-kata dan berbohong dengan berbagai alasan. Hal tersebut bertujuan agar mereka disukai oleh orang-orang sekitarnya
5. Perfectionist
Orang tua yang narisistik akan selalu mengkritisi akan segala hal yang anak mereka lakukan dan pencapaian yang diraihnya. Kamu akan menemukan mereka yang selalu melebih-lebihkan sesuatu tentang kesulitan mereka saat ini, hal ini menyebabkan mereka merasa sangat kecil saat berada di dekat orang tuanya.
Anak yang lahir dari orang tua seperti itu, akan memaksakan dirinya untuk sempurna akan segala hal. Tentu saja mungkin hal ini terlihat bahwa orang tua mereka berkomunikasi dengan anak mereka, tapi dalam kasus dengan orang tua yang narsistik, mereka justru merendahkan anak mereka dan berjuang untuk menjadi sempurna dalam segala hal.
Maria Mery Cristin Nainggolan
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia