Suara.com - Hingga kini, para ilmuwan masih mencari tahu apa kelebihan dan kekurangan dari virus corona varian omicron. Meski belum banyak diketahui, mereka telah merilis beberapa informasi baru tentang strain yang terdeteksi di Afrika Selatan ini.
Ilmuwan menginformasikan bahwa omicron lebih mungkin membuat orang-orang mengalami infeksi ulang daripada strain-strain yang lain.
Menurut The Conversation, Infeksi ulang didefinisikan sebagai terinfeksi Covid-19 kembali setelah tiga bulan lebih sembuh dari penyakit tersebut.
"Kami menemukan bahwa risiko relatif infeksi ulang jauh lebih tinggi (setidaknya tiga kali lipat) pada varian omicron dibanding virus corona beta dan delta," tulis peneliti Cari van Schalkwyk dari Pusat Pemodelan & Analisis Epidemiologi Afrika Selatan (SACEMA).
Selain itu, varian omicron mengalami peningkatan kemampuan dalam menghindari antibodi yang terbentuk dari infeksi sebelumnya.
Menurut peneliti, temuan ini memiliki implikasi penting untuk perencanaan kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara seperti Afrika Selatan dengan tingkat kekebalan dari infeksi sebelumnya tinggi.
Namun, peneliti belum mengetahui tingkat keparahan kasus, baik dalam infeksi primer maupun reinfeksi. Mereka juga belum mengetahui apakah virus dapat menyebabkan infeksi ulang pada orang yang sudah divaksinasi Covid-19.
"Masalah besar lainnya yang belum terjawab adalah apakah perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian akan dipengaruhi oleh penurunan kekebalan terhadap infeksi ulang," imbuh Schalkwyk.
Beberapa studi dalam jurnal pracetak menunjukkan bahwa omicron dapat lolos dari sistem kekebalan pada orang yang sudah vaksin Covid-19.
Baca Juga: Waspada, Ini 5 Tanda Tubuh Sudah Terkena Dampak Pandemi Virus Corona
"Temuan ini dapat membantu menjelaskan risiko besar infeksi ulang," tandas penulis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya