Suara.com - Sayuran mengandung berbagai nutrisi yang mampu menunjang kesehatan fisik secara keseluruhan. Karenanya, penting untuk makan sayur lebih sering.
Dalam sebuah studi baru yang terbit dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, menunjukkan bahwa selain kesehatan fisik, sayuran juga dapat meningkatkan kesehatan mental, yang mana dapat membuat seseorang lebih merasa bahagia.
Di sini peneliti ingin melihat apakah mereka dapat mendeteksi dampak pada kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis berdasarkan jumlah sayuran yang dikonsumsi orang.
Dilansir dari Very Well Fit, untuk mengujinya para peneliti merekrut 75 peserta berusia antara 18 dan 65 tahun, yang biasanya memiliki asupan sayuran yang rendah.
Selama 8 minggu, peserta tes diberi pilihan sayuran segar atau beku , dan dipandu untuk mengonsumsi jumlah yang direkomendasikan dalam Pedoman Diet—sekitar dua hingga empat porsi per hari, berdasarkan tingkat kalori mereka yang biasa.
Para peneliti menggunakan Subjective Happiness Scale (SHS) untuk menilai kebahagiaan baik sebelum dan sesudah studi 8 minggu. SHS menggunakan empat pertanyaan bagi peserta untuk melaporkan sendiri tingkat kebahagiaan mereka berdasarkan pertanyaan untuk mengukur tingkat gejala bahagia versus depresi.
Hasil studi menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi sayuran untuk memenuhi rekomendasi dalam Pedoman Diet USDA dapat meningkatkan skor SHS rata-rata.
Kata Shanon Casperson, PhD, DTR , seorang ahli biologi penelitian di Pusat Penelitian Nutrisi Manusia Grand Forks, Layanan Penelitian Pertanian USDA, dan salah satu dari peneliti pada penelitian ini, setiap peserta dalam penelitian ini makan dua hingga tiga porsi sayuran setiap hari.
"Mereka diberi kebebasan untuk memilih sayuran yang ingin mereka makan dari masing-masing subkelompok sayuran yang dibutuhkan. Penting untuk makan berbagai macam sayuran dari semua warna pelangi setiap minggu," ujarnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Sayuran, Ini Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan
Hasil ini mengkonfirmasi apa yang telah diduga oleh banyak ahli makanan dan nutrisi, bahwa makan bergizi dapat berdampak luas pada seseorang.
"Tidak mengherankan bahwa makan lebih banyak sayuran dapat membuat Anda merasa lebih bahagia," kata Elizabeth Barnes, MS, RDN, LDN , ahli diet dan pemilik Weight Neutral Wellness. "Sayuran memberi tubuh Anda vitamin dan serat yang diperlukan."
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?