Suara.com - Tahu kah bahwa kesehatan psikologis dapat 'menular' di antara pasangan? Seorang psikolog kesehatan sosial, Rosie Shrout, pun menjelaskan bagaimana hal itu dapat terjadi.
Sebuah penelitian terhadap pengantin baru menemukan tingkat hormon stres atau kortisol meninggi ketika pasangan bertengkar, bahkan ketika sedang berbicara dengan nada yang tidak menyenangkan atau menampakkan ekspresi menjengkelkan.
Sama halnya dengan studi lain, orang yang berada dalam hubungan tidak bersahabat mengalami peradangan dan tekanan darah yang lebih tinggi, serta perubahan detak jantung yang lebih besar selama konflik.
"Pria memiliki tekanan darah yang lebih tinggi pada saat istri mereka mengalami stres yang besar," tulis Rosie dalam The Conversation.
Konflik dan kortisol
Kortisol adalah hormon yang memainkan peran kunci dalam respons stres tubuh. Stres kronis dapat menyebabkan produksi kortisol tidak menurun sepanjang hari. Hal ini dikaitkan dengan peningkatkan perkembangan penyakit.
Rosie dan rekan-rekannya menemukan bahwa pertengkaran atau konflik pada pasangan mengubah tingkat krotisol mereka pada hari mereka berselisih.
"Pasangan, yang menunjukkan perilaku negatif selama konflik memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi, bahkan empat jam setelah konflik berakhir," imbuh Rosie.
Temuan ini menunjukkan bahwa bertengkar dengan pasangan dapat menyebabkan dampak kesehatan yang bertahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dilema soal Hubunganmu? Pasangan yang Baik Tidak Akan Melakukan 6 Hal Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya