Suara.com - Setiap kali pergantian tahun, kebanyakan orang mungkin telah merencanakan hidup lebih baik. Entah lebih baik secara kondisi finansial, kesehatan, karir, maupun hubungan dengan keluarga, teman, juga pasangan.
Menyusun berbagai resolusi tahun baru jadi salah satu cara umum yang biasanya dilakukan untuk mencapai hidup terbaik tersebut.
Menurut Psikolog anak, remaja dan keluarga, Jovita Ferliana menjalani hidup terbaik juga jadi hal yang penting, terlebih di masa tak menentu seperti pandemi Covid-19 saat ini.
"Menjalani hidup terbaik itu adalah hal pribadi dan subjektif, serta berfokus pada diri dan orang terdekat kita. Di mana kita menjalani kehidupan yang membuat kita bahagia, menggali potensi dalam diri, sesuai dengan keinginan hati, dan dapat melakukan hal terbaik untuk orang-orang terkasih," kata Jovita dalam rilis Greenfield.
Untuk mencapai hidup terbaik, bukan hanya perlu memastikan kesehatan psikis membaik. Jovita mengingatkan bahwa ada tiga aspek penting dalam tubuh yang perlu diberi asupan secara seimbang, yakni body, mind and soul.
"Body dengan nutrisi baik, mind dengan keterampilan, pikiran positif dan edukasi, serta soul dengan rasa syukur, relaksasi, dan mindfulness," terangnya.
Sementara itu Ahli Nutrisi Emilia Achmadi menambahkan bahwa menjaga nutrisi dan pola makan yang seimbang jadi cara penting untuk mencapai hidup terbaik secara fisik.
Salah satu sumber nutrisi yang bisa dengan mudah dikonsumsi menurutnya ialah susu sapi. Emilia menjelaskan bahwa
susu sapi segar cocok jadi pilihan pelengkap nutrisi keluarga karena bisa dikonsumsi orang dewasa maupun anak-anak.
Baca Juga: 4 Resolusi Ini Selalu Diminta Tiap Pergantian Tahun, Apa Saja?
"Karena mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot, dan vitamin yang dapat memaksimalkan perkembangan kognitif dan memperkuat daya tahan tubuh. Susu sapi segar juga merupakan satu-satunya sumber vitamin D yang alami," jelasnya.
Berita Terkait
-
Cintai Diri, Maka Kamu Akan Bahagia: Seni Menjalani Hidup Bahagia
-
Standar Sosial dan Keterbatasan: Benarkah Uang Membatasi Cara Kita Bahagia?
-
Bahagia Itu Sederhana: Refleksi dari Buku Happiness is Homemade
-
Potret Upacara Melasti dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan