Suara.com - Penyakit hati berlemak atau fatty liver merupakan kondisi saat terjadi penumpukan banyak lemak di hati. Ada banyak hal yang dapat memicu penyakit ini, seperti obesitas.
Makanan dan minuman yang Anda konsumsi dapat memainkan peran penting untuk menjaga organ vital ini tetap sehat.
Sekarang, penelitian baru menemukan bahwa makan daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan penyakit hati berlemak non-alkohol.
Dilansir dari Eat This, dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition, peneliti dari Harvard Medical School dan Harvard TH Chan School of Public Health melihat data dari sekitar 78.000 wanita selama dua dekade.
Peneliti menemukan bahwa mereka yang makan satu porsi atau kurang daging merah per minggu secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengembangkan penyakit tersebut.
Sedangkan, mereka yang makan lebih banyak, dan mereka yang makan daging merah setiap hari (atau beberapa kali per hari) memiliki risiko terbesar.
Para peneliti mengamati efek ini untuk daging yang diproses dan yang tidak diproses. Namun disarankan jika Anda tetap ingin makan daging merah, maka lebih baik konsumis daging yang belum mengalami pengolahan.
Sebab daging olahan datang dengan banyak bahaya kesehatan lainnya, termasuk melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan peluang mengembangkan berbagai penyakit kronis.
Sebagai informasi, orang dengan kondisi penyakit hati berlemak non-alkohol berada pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, di antara masalah kesehatan lainnya.
Baca Juga: 6 Jenis Makanan yang Sulit Dicerna, Wortel dan Buah Segar Termasuk!
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI