Suara.com - India melaporkan lonjakan drastis kasus virus corona harian selama enam hari berturut-turut. Terbaru, negara itu mencatat 33.750 kasus baru dicatat dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, sebanyak 27.553 kasus baru Covid-19 dilaporkan sehari yang lalu. Dikutip dari Hindustan Times, Kementerian Kesehatan India lebih lanjut mengatakan bahwa kasus aktif di negara itu sekarang mencapai 1.45.582.
Jumlah infeksi yang dikonfirmasi dari varian Omicron yang sangat menular telah meningkat menjadi 1.700. Sementara itu, kota Maharashtra menjadi kontributor utama dengan 510 kasus.
Delhi tetap menjadi penyumbang terbanyak kedua dengan 351 kasus, diikuti oleh Kerala (156), Gujarat (136) dan Tamil Nadu (121).
Negara itu juga mencatat 123 kematian terkait Covid dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut mengalami penurunan 161 kematian jika dibandingkan dengan penghitungan hari sebelumnya 284. Total kematian terkait Covid di negara itu sekarang mencapai 4.81.893.
Selanjutnya, sebanyak 10.846 orang sembuh dari penyakit virus, menjadikan jumlah total pemulihan terkait Covid di negara itu menjadi 3.42.95.407.
Sementara kasus aktif di negara ini kurang dari 1 persen (0,42) dari total kasus, tingkat pemulihan saat ini mencapai 98,20 persen.
Di bawah upaya vaksinasi yang sedang berlangsung, 145,68 crore dosis vaksin telah diberikan di seluruh negeri sejauh ini.
Meski kapasitas pengujian telah ditingkatkan di seluruh negeri, tingkat positif mingguan di negara tersebut saat ini mencapai 1,68 persen dan tingkat positif harian berada di 3,84 persen.
Baca Juga: Berubah Lagi, Durasi Masa Karantina PPLN Dikurangi Jadi 10 Dan 7 Hari
Sementara itu, India telah memulai vaksinasi Covid-19 untuk usia 15-18 tahun. Hanya suntikan 'Covaxin' buatan Bharat Biotech yang saat ini digunakan untuk memvaksinasi kelompok usia ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi