Suara.com - Salah satu cara menikmati telur adalah dengan merebusnya. Telur rebus mengandung sarat, nutrisi, protein, serta lemak sehat. Telur rebus juga termasuk makanan yang cukup rendah kalori. Lantas, berapa kalori telur rebus? Berikut ini penjelasannya.
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu telur rebus besar mengandung sekitar 78 kalori. Penelitian terbaru menemukan bahwa alih-alih menghindari telur rebus karena alasan kolesterol, telur justru meningkatkan kolesterol baik yang dibutuhkan tubuh.
Telur adalah sumber protein yang baik dan mengandung banyak vitamin serta mineral, termasuk kalsium, potasium, serta zat besi. Adapun semua nutrisi tersebut merupakan bagian penting dari menjalani diet.
Telur rebus direkomendasikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang terjangkau dan mudah dimakan. Telur sangat membantu untuk diet vegetarian sebagai sumber alami B12.
Nutrisi Telur Rebus
Penting untuk mengetahui nutrisi yang terkandung dalam telur rebus. Melansir dari situs Medical News Today Selsa (4/1/2022), berikut ini nutrisi telur rebus dengan berat sekitar 50 gram (g).
- Kalori: 78
- Protein : 6,29 g
- Jumlah lemak : 5,3 g
- Karbohidrat : 0,56 g
- Serat makanan : 0 g
- Gula : 0,56 g
- Kalsium : 25 miligram (mg)
- Besi : 0,59 mg
- Fosfor : 86 mg
- Kalium : 63 mg
- Seng : 0,53 mg
- Kolesterol : 186 mg
- Folat : 22 mikrogram
- Vitamin A : 260 unit internasional (IU)
- Vitamin D : 44 IU
Namun, cara seseorang memasak telur sedikit mengubah kadar nutrisinya. Misalnya, 50 g telur orak-arik utuh yang sama memiliki sekitar 4,99 g protein dan 36 IU vitamin D.
Manfaat Telur Rebus
Telur memiliki banyak manfaat. Telur adalah sumber protein, asam lemak, kolin, dan antioksidan yang baik. Telur juga kaya akan vitamin D, nutrisi yang tidak terdapat secara alami pada banyak makanan umum.
Baca Juga: 3 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Kolesterol
Telur bisa menjadi tambahan yang menyehatkan untuk diet. Untuk menuai manfaat nutrisi dari telur, Anda dapat memasukkannya ke dalam berbagai makanan.
Sejumlah peneliti juga menyebutkan, makan satu butir telur setiap hari membantu dalam mengurangi risiko penyakit stroke dan penyakit jantung.
Demikian informasi mengenai kalori telur rebus serta nutrsi lain yang terkandung di dalamnya yang lengkap dengan manfaatnya. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?