Suara.com - Baru-baru ini, virus corona Covid-19 varian Omicron diketahui bisa menyebabkan pneumonia yang membuat paru-paru membengkak, meskipun jarang terjadi.
Sebelumnya, infeksi virus corona Covid-19 terkadang membuat beberapa orang menjadi sangat lemah dan mungkin mengalami beberapa komplikasi, seperti pneumonia.
Pneumonia yang membuat paru-paru membengkak memang salah satu kondisi langka yang bisa dipicu oleh virus apapun, termasuk virus corona Covid-19.
Kini dilansir dari The Sun, serangkaian penelitian menunjukkan varian Omicron yang diketahui hanya memicu gejala ringan, juga berisiko rendah menyebabkan rawat inap dibandingkan varian Delta, yakni sekitar 50 hingga 70 persen lebih rendah.
Artinya, Anda mungkin tidak terlalu berisiko mengembangkan penumonia akibat varian Omicron tersebut. Tapi, ada baiknya untuk mengenali tanda-tandanya.
Suntikan booster vaksin Covid-19 pun diketahui cukup melindungi diri dari varian Omicron. Bahkan, para ahli kesehatan pun berulang kali mengatakan vaksinasi bisa membantu kita melewati pandemi virus corona.
Pneumonia mengacu pada pembengkakan jaringan di salah satu atau kedua paru-paru Anda. Saat Anda menderita pneumonia, alveolus yang merupakan kantung udara kecil tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terisi cairan.
Kondisi ini mempengaruhi sekitar 8 dari 1.000 orang dewasa per tahun. Meskipun kondisi ini bisa mempengaruhi semua orang dari segala usia, kondisi ini akan lebih serius pada orang usia muda atau orang tua.
Sementara itu, Anda perlu memahami bahwa gejala pneumonia ini mirip dengan penyakit lain, seperti infeksi dada. Paru-aru Anda bisa berkembang atau membangkan dalam waktu 24 jam.
Baca Juga: Kasus Omicron Indonesia Tembus 254 Orang, Kemenkes Ungkap Gejala Paling Sering Terjadi
Tapi, perkembangan infeksi ini juga tergantung dengan usia penderitanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?